Gol tunggal kemenangan Como dicetak oleh penyerang Tasos Douvikas. Hasil positif ini mengunci posisi klub milik pengusaha Indonesia tersebut di zona enam besar klasemen sementara.
Dengan dua pertandingan tersisa, Como setidaknya telah mengamankan tempat di Conference League, meski peluang menuju Liga Europa atau Liga Champions masih terbuka lebar.
Fabregas Merasa Bangga
Pelatih Como, Cesc Fabregas, menyatakan rasa bangga atas perkembangan pesat anak asuhnya. "Dua tahun lalu kami baru saja promosi ke Serie A, dan sekarang kami lolos ke Eropa. Ini adalah momen yang akan diingat hingga dua puluh tahun ke depan," ujar Fabregas kepada DAZN.
Pencapaian tersebut membuat kisah Como semakin luar biasa. Tepat dua tahun lalu, pada tanggal yang hampir sama, Como baru saja memastikan promosi dari Serie B untuk kembali ke kasta tertinggi sepak bola Italia.
Musim pertama kembali ke Serie A, Fabregas berhasil membawa timnya finis di papan tengah klasemen. Kini, dalam dua musim saja, ia telah mengantar Como ke Eropa untuk pertama kali dalam sejarah.
Yang lebih mengesankan, perjalanan ini tidak dimulai dari papan atas Serie A, melainkan dari bawah. Beberapa penggemar yang mengirim pesan kepada Fabregas pascalaga bahkan mengingatkannya akan era Como berlaga di Serie D atau kasta keempat liga Italia.
Fabregas Tolak Label Klub Mewah
Meski Como dikenal sebagai salah satu klub dengan anggaran transfer terbesar di Italia, bahkan menjadi klub paling boros pada bursa transfer musim dingin 2025, Fabregas menegaskan bahwa identitas klub tidak berubah. Pengeluaran besar tidak otomatis mengubah karakter tim.
“Kami bukan Milan, Inter, Juventus, atau Napoli. Kami adalah tim sederhana dan ingin menikmati momen ini,” tegasnya.
Fabregas mendapat pujian luas dari para analis dan pengamat sepak bola Italia atas kemampuannya membangun identitas permainan yang atraktif dan kohesif, bukan sekadar mengumpulkan nama-nama besar.
(Ahmad Raul)
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News