Arsenal kalah di markas Fleetwood pada putaran keempat Carabao Cup yang digelar Rabu, 28 Oktober. The Gunners kalah lewat adu penalti dari The Cods dengan skor 5-3 usai bermain imbang 1-1 sepanjang waktu normal.
Arteta memberikan apresiasi kepada sang lawan. Ia memuji penampilan Fleetwood, termasuk atmosfer yang diciptakan suporter mereka sepanjang pertandingan, sekaligus mengakui bahwa sepak bola selalu menyimpan kejutan yang sulit diprediksi.
“Pertama-tama, selamat kepada Fleetwood. Atas cara mereka melakukannya dan atmosfer yang mereka ciptakan,” ujar Arteta.
Pelatih asal Spanyol itu mengaku tidak memiliki banyak hal untuk dikritik dari segi sikap dan intensitas para pemain Arsenal. Namun, ada satu persoalan besar yang menjadi sorotan Arteta, yaitu fakta bahwa Arsenal gagal mengubah dominasi menjadi gol.
Menurutnya, tim tetap berjuang dengan baik, baik ketika bermain dengan 11 pemain maupun setelah harus melanjutkan pertandingan dengan 10 pemain usai Max Dowman mendapat kartu merah. Tapi gagal mencetak gol adalah masalah yang cukup serius bagi Arteta.
Dominasi Saja Tidak Cukup
Arteta menilai Arsenal memiliki volume tembakan dan peluang yang seharusnya cukup untuk memastikan kemenangan. Baginya, ketika sebuah tim mampu menguasai pertandingan dan menciptakan begitu banyak kesempatan, penyelesaian akhir harus menjadi pembeda.“Ketika kami menciptakan begitu banyak tembakan dan peluang seperti yang kami lakukan, kami seharusnya bisa mencetak tiga, empat, atau lima gol. Kami harus memaksimalkannya,” tegasnya.
Arteta memahami bahwa sepak bola tidak selalu memberikan kesempatan kedua. Ketika peluang demi peluang terbuang, ruang untuk melakukan kesalahan semakin kecil. Situasi itulah yang akhirnya membuat Arsenal harus menghadapi kemungkinan tersingkir dari kompetisi. “Jika Anda tidak melakukannya, tidak ada lagi ruang untuk kesalahan. Itulah kenyataannya,” lanjutnya.
Keajaiban Sepak Bola Inggris Kembali Terlihat
Kegagalan memaksimalkan peluang membuat Arsenal harus berjuang menentukan nasib melalui adu penalti. Arteta mengakui bahwa berdasarkan jalannya pertandingan, kemungkinan timnya tersingkir sempat terlihat kecil. Namun, dalam sepak bola, peluang sekecil apa pun tetap bisa menjadi kenyataan.“Probabilitasnya memang rendah jika melihat bagaimana pertandingan berjalan, tetapi inilah sepak bola. Bahkan ketika kemungkinannya kecil, selalu ada peluang bahwa Anda bisa tersingkir dari kompetisi piala,” ungkap Arteta.
Menurut Arteta, tradisi panjang sepak bola Inggris telah membentuk keyakinan bahwa tim mana pun tetap memiliki kesempatan untuk menciptakan kejutan. Itulah bagian dari pesona kompetisi piala yang membuat setiap pertandingan memiliki cerita tersendiri.
“Kompetisi ini dan sepak bola di negara ini memang seperti ini. Keyakinan dan kepercayaan diri yang dimiliki orang-orang muncul karena ada sejarah di baliknya,” jelasnya.
Bagi Arsenal, pesona tersebut justru menghadirkan malam yang menyakitkan. Mereka datang dengan ambisi untuk melangkah lebih jauh, tetapi harus menerima kenyataan bahwa dominasi dan banyaknya peluang tidak menjamin kelolosan.
Arteta Sanjung Determinasi Fleetwood
Di balik rasa kecewa, Arteta memilih mengakhiri refleksinya dengan sikap sportif. Ia mengakui bahwa hasil tersebut bukan sesuatu yang ingin dialami Arsenal, tetapi tetap memberikan penghormatan kepada Fleetwood atas apa yang berhasil mereka capai.“Sayangnya, kami tidak ingin melalui pengalaman seperti ini. Kami sangat sedih, tetapi pada saat yang sama, kami harus memberikan selamat kepada lawan,” kata Arteta.
Kekalahan ini menjadi pengingat bahwa pertandingan tidak dimenangkan hanya dengan penguasaan permainan atau banyaknya peluang. Efektivitas di depan gawang, ketenangan dalam situasi menentukan, dan kemampuan memanfaatkan momen menjadi faktor yang sama pentingnya.