Mikel Arteta. (Foto: AFP/Henry Nicholls)
Mikel Arteta. (Foto: AFP/Henry Nicholls)

Arteta Murka kepada Max Dowman setelah Arsenal Tersingkir dari Carabao Cup

Alfa Mandalika • 28 Oktober 2026 09:06
Ringkasnya gini..
  • Pelatih Arsenal Mikel Arteta menjelaskan reaksinya yang terlihat marah kepada Max Dowman setelah pemain muda berusia 16 tahun itu menerima kartu merah saat The Gunners menghadapi Fleetwood Town di Carabao Cup.
  • Arsenal mengalami kekalahan mengejutkan setelah disingkirkan Fleetwood Town, klub yang berkompetisi di League Two atau kasta keempat sepak bola Inggris. Setelah bermain imbang 1-1 selama waktu normal, Arsenal harus mengakui keunggulan lawan melalui adu penalti.
  • Tuan rumah sempat unggul lebih dahulu sebelum Viktor Gyokeres menyamakan kedudukan untuk Arsenal. Namun, kegagalan memaksimalkan peluang membuat tim asuhan Arteta harus mengakhiri perjalanan mereka di kompetisi tersebut lebih cepat.
London: Pelatih Arsenal Mikel Arteta menjelaskan reaksinya yang terlihat marah kepada Max Dowman setelah pemain muda berusia 16 tahun itu menerima kartu merah saat The Gunners menghadapi Fleetwood Town di Carabao Cup.

Arsenal mengalami kekalahan mengejutkan setelah disingkirkan Fleetwood Town, klub yang berkompetisi di League Two atau kasta keempat sepak bola Inggris. Setelah bermain imbang 1-1 selama waktu normal, Arsenal harus mengakui keunggulan lawan melalui adu penalti.

Tuan rumah sempat unggul lebih dahulu sebelum Viktor Gyokeres menyamakan kedudukan untuk Arsenal. Namun, kegagalan memaksimalkan peluang membuat tim asuhan Arteta harus mengakhiri perjalanan mereka di kompetisi tersebut lebih cepat.

Dowman sebenarnya tampil cukup menjanjikan. Pemain berusia 16 tahun itu beberapa kali menciptakan peluang melalui umpan silang berbahaya yang mengancam pertahanan Fleetwood, termasuk untuk Kai Havertz dan Jurrien Timber.

Namun, petaka datang lima menit sebelum waktu normal berakhir. Dowman diusir wasit dengan kartu merah langsung setelah bereaksi terhadap tekel keras Harrison Neal dengan melakukan gerakan menendang ke arah pemain lawan, meskipun kekuatannya dinilai relatif minim.

Saat berjalan meninggalkan lapangan menuju lorong stadion, Dowman mendapat teguran keras dari Arteta. Pelatih asal Spanyol itu terlihat melontarkan sejumlah perkataan dengan ekspresi kesal kepada pemain mudanya tersebut.
 

Ketika ditanya BBC Radio 5 Live mengenai perkataannya kepada Dowman seusai pertandingan, Arteta menjawab, “Sesuatu yang sudah kami diskusikan sebelum pertandingan.”

Pernyataan tersebut mengindikasikan bahwa Arteta sebelumnya telah mengingatkan Dowman agar mampu mengendalikan emosinya dan tidak terpancing menghadapi permainan keras lawan.

Kartu merah itu juga menjadi yang kedua bagi Dowman pada bulan yang sama. Sebelumnya, ia diusir saat membela timnas Inggris U-19 setelah melakukan tekel berbahaya, meskipun ia juga sempat menerima sejumlah tekel keras dari lawan.

Meski menunjukkan kemarahan di pinggir lapangan, Arteta tidak ingin terburu-buru memberikan penilaian terhadap insiden yang membuat Dowman diusir wasit.

“Sulit melihatnya hanya dari kamera seperti itu. Jadi, saya lebih memilih menontonnya kembali dengan saksama, lalu saya bisa menilai situasinya,” kata Arteta.

Arteta Tak Salahkan Mentalitas Pemain

Tersingkirnya Arsenal menjadi hasil mengecewakan, terlebih Fleetwood merupakan tim yang berada di posisi ke-18 League Two. Arteta juga menurunkan sejumlah pemain berpengalaman, termasuk Havertz, Gyokeres, Martin Zubimendi, Myles Lewis-Skelly, dan Timber.

Martin Odegaard serta Ben White masuk pada babak kedua. Sementara itu, Bruno Guimaraes, Ezri Konsa, dan Eberechi Eze juga dimainkan untuk menambah kekuatan tim.

Namun, perubahan tersebut tidak cukup untuk membawa Arsenal meraih kemenangan. Mereka gagal mengonversi dominasi penguasaan bola dan sejumlah peluang menjadi gol tambahan sebelum pertandingan berlanjut ke adu penalti.

Arteta tetap membela sikap dan usaha para pemainnya meskipun kecewa dengan hasil akhir.

“Saya sama sekali tidak bisa menyalahkan sikap para pemain. Saya tidak melihat ada pemain yang tidak melakukan apa yang dibutuhkan pada level ini,” ujarnya.

“Namun, kami terlalu banyak menguasai bola, menciptakan begitu banyak peluang dan melepaskan banyak tembakan. Jika ingin memiliki selisih yang lebih besar sehingga tidak harus menjalani adu penalti, kami harus memaksimalkan peluang tersebut. Dan kami tidak melakukannya. Sepak bola memang seperti itu,” kata Arteta.

Kegagalan tersebut menjadi pekerjaan rumah bagi Arsenal, terutama dalam meningkatkan efektivitas penyelesaian akhir sekaligus menjaga kedisiplinan pemain ketika menghadapi tekanan dan permainan keras lawan.

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(ASM)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan