Dalam sebuah pernyataan emosional yang mengejutkan banyak pihak, Guardiola mengungkapkan bahwa dirinya sama sekali tidak merindukan atmosfer kompetisi dari sisi mental.
"Dari sisi mental, saya tidak merindukan apapun. Saya mulai melatih sejak usia 37 tahun dan seluruh hidup saya diberikan untuk sepak bola," kata Guardiola.
Pernyataan ini seolah menjadi penegas bahwa dedikasi total selama puluhan tahun telah menguras energi sang mentor. Lalu, apa rencana Guardiola selanjutnya dan apa alasan di balik keputusan mengejutkan ini?
Mencari Kebahagiaan di Luar Lapangan Hijau
Bagi seorang Pep Guardiola, sepak bola bukan sekadar profesi, melainkan hidup itu sendiri. Sejak mengambil alih Barcelona B pada usia 37 tahun, hingga meraih kejayaan demi kejayaan bersama Barcelona, Bayern Munchen, dan Manchester City, waktunya habis untuk menganalisis taktik dan memenangkan trofi.Baca juga: Guardiola Ungkap Alasan Rehat Melatih
Namun, ada titik di mana trofi dan tepuk tangan penonton tidak lagi cukup untuk mengisi ruang kosong di hatinya. Guardiola mengaku ingin merasakan kehidupan layaknya manusia biasa yang tidak dikejar tekanan target juara setiap pekan."Sekarang, saya ingin mencoba dan mencari hidup saya, untuk mencari kebahagiaan di hal lain selain sepak bola. Saya mencintai pekerjaan saya, tapi ada saat di mana saya merasa harus berhenti," bebernya jujur.
Apakah Pep Guardiola Akan Kembali Melatih?
Pertanyaan besar yang kini membayangi para pencinta sepak bola dunia adalah apakah ini akhir dari karier kepelatihan Pep Guardiola untuk selamanya?Pria asal Catalonia ini tidak menutup pintu rapat-rapat untuk masa depan. Namun, ia menegaskan tidak akan memaksakan diri jika api gairah itu belum kembali menyala secara alami.
"Mungkin suatu hari nanti saya akan bangun dengan perasaan ingin kembali melatih. Tapi perasaan itu harus datang dari dalam diri saya dan hari ini saya cuma tidak merasakannya," papar Guardiola.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda