Pelatih Liverpool, Andoni Iraola (AFP/Darren Staples)
Pelatih Liverpool, Andoni Iraola (AFP/Darren Staples)

Liverpool

Iraola Puas dengan Kekompakan Liverpool dan Peran Suporter Usai Kalahkan Chelsea

Gregorius Gelino • 29 Oktober 2026 11:07
Ringkasnya gini..
  • Iraola mengapresiasi kerja keras para pemain setelah pertandingan harus ditentukan melalui adu penalti.
  • Iraola menilai kebersamaan pemain dan dukungan dari tribun menjadi faktor penting dalam membangun atmosfer positif, bahkan ketika tim sempat tertinggal.
  • Iraola menjelaskan keputusan melakukan tujuh perubahan pemain serta memasukkan Mac Allister dan Isak sebagai opsi tambahan untuk menghadapi kemungkinan adu penalti.
Liverpool: Pelatih Liverpool, Andoni Iraola, mengaku puas setelah timnya memastikan tiket ke perempat final usai menang lewat drama adu penalti atas Chelsea. Meski kemenangan diraih dengan cara yang menegangkan, Iraola menegaskan bahwa hal terpenting dalam kompetisi piala adalah memastikan langkah tim berlanjut ke babak berikutnya.

Selain mengapresiasi perjuangan para pemain, Iraola juga menyoroti kekompakan skuad Liverpool yang semakin terbentuk. Dukungan suporter di stadion dinilainya menjadi salah satu faktor penting yang membantu tim menjaga semangat, bahkan ketika pertandingan tidak berjalan sesuai harapan.

Iraola Bersyukur Liverpool Lolos

Iraola tidak menutupi rasa leganya setelah Liverpool berhasil melewati pertandingan yang harus ditentukan melalui adu penalti. Menurutnya, hasil akhir menjadi hal paling penting dalam kompetisi piala, terutama ketika tiket ke babak selanjutnya menjadi taruhannya.

“Pada akhirnya, dalam kompetisi piala, yang terpenting adalah Anda berada di babak berikutnya dan masuk dalam undian. Beruntung bagi kami, hasil adu penalti berpihak kepada kami,” ujar Iraola.

Ia juga memberikan apresiasi kepada para pemain yang telah mengerahkan tenaga dan kemampuan mereka sepanjang pertandingan. Bagi Iraola, kelolosan ke perempat final merupakan penghargaan yang layak atas kerja keras seluruh tim.

Kemenangan tersebut sekaligus menjaga peluang Liverpool untuk melangkah lebih jauh dalam kompetisi. Dengan tiket perempat final di tangan, The Reds kini dapat mengalihkan perhatian ke tantangan berikutnya.

Kekompakan Skuad Liverpool Semakin Terlihat

Salah satu hal yang membuat Iraola bahagia adalah meningkatnya rasa kebersamaan di dalam skuad Liverpool. Ia merasa para pemain mulai menunjukkan hubungan yang semakin kuat, baik di atas lapangan maupun dalam menghadapi tekanan pertandingan.

Iraola menilai kebersamaan tersebut sangat penting untuk membangun atmosfer positif dan membantu tim melewati situasi sulit. Dukungan dari para suporter juga memberikan energi tambahan bagi para pemain.

Bahkan ketika Liverpool sempat tertinggal, dukungan dari tribun tetap terdengar. Seruan penyemangat seperti “Ayo, terus berjuang!” menjadi gambaran bagaimana suporter tetap berdiri di belakang tim.

“Saya merasakannya dan sangat senang bisa merasakan hal itu karena menurut saya ini sangat penting. Para pemain merasakan dukungan dari orang-orang di tribun, dan ketika kami semua bersatu, kami bisa menciptakan atmosfer yang lebih baik,” kata Iraola. Ia juga menilai sejumlah pemain telah memberikan kontribusi positif dalam membangun suasana tersebut. Hasilnya, Liverpool mampu menutup pertandingan kandang dengan perasaan yang lebih baik.

Bagi Iraola, momentum positif ini perlu terus dipertahankan. Ia berharap kekompakan antara pemain dan suporter dapat menjadi modal penting untuk menghadapi pertandingan-pertandingan berikutnya.

Rotasi Pemain Jadi Strategi Penting

Selain membahas kekompakan tim, Iraola turut menjelaskan keputusan melakukan rotasi pemain dalam pertandingan tersebut. Liverpool melakukan tujuh perubahan dalam susunan pemain, sebuah langkah yang menurutnya diperlukan untuk menjaga keseimbangan skuad.

Iraola menegaskan bahwa pemilihan pemain tidak semata-mata didasarkan pada kemungkinan pertandingan akan berakhir melalui adu penalti. Sebaliknya, ia harus mempertimbangkan kebutuhan tim secara keseluruhan sejak awal pertandingan.

“Ketika Anda menentukan susunan pemain, Anda tidak berpikir, ‘Kalau pertandingan berakhir dengan adu penalti, saya akan menyimpan para penendang penalti untuk dimainkan belakangan.’ Tidak, Anda berusaha menyeimbangkan tim,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa rotasi juga diterapkan dalam pertandingan Liga Champions, meskipun kompetisi tersebut memiliki tingkat kepentingan yang tinggi. Liverpool bahkan terbiasa melakukan empat hingga lima perubahan pemain dalam pertandingan-pertandingan penting.

Menurut Iraola, perubahan susunan pemain merupakan bagian dari kebutuhan tim untuk menjaga kondisi para pemain sekaligus memastikan skuad tetap kompetitif di berbagai ajang.

Mac Allister dan Isak Jadi Pilihan dari Bangku Cadangan

Iraola juga menyinggung keputusannya memasukkan Alexis Mac Allister dan Alex Isak menjelang akhir pertandingan. Kehadiran kedua pemain tersebut menjadi pertimbangan penting ketika kemungkinan adu penalti mulai muncul.

Ia mengakui bahwa pada tahap akhir pertandingan, faktor kemampuan mengeksekusi penalti mulai masuk dalam pertimbangannya. Mac Allister dan Isak termasuk pemain yang dapat diandalkan ketika tim membutuhkan opsi tambahan.

“Ketika saya melakukan pergantian terakhir, terutama saat memasukkan Alexis dan Alex, mulai terpikir, ‘Oke, jika diperlukan, mereka juga mungkin menjadi pilihan terbaik yang bisa Anda masukkan,’” ungkap Iraola.

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(ASM)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan