Keane bahkan menyebut Carrick beserta jajaran stafnya sebagai orang-orang yang beruntung karena masih dipercaya menangani Manchester United di tengah performa buruk tim.
Pernyataan tersebut disampaikan Keane dalam program The Overlap edisi Stick to Football. Mantan kapten MU itu meminta Carrick tidak lagi mencari alasan dan mulai menunjukkan hasil di lapangan.
"Michael Carrick, staf kepelatihannya, Jonny Evans, Jonathan Woodgate, dan Steve Holland, mereka beruntung masih terlibat di Manchester United. Mereka harus berani dan mulai mendapatkan hasil, dimulai pada Sabtu. Raih hasil (positif) melawan Chelsea," ujar Keane.
Baca juga: MU Pertahankan Michael Carrick, Duel kontra Chelsea Tetap Jadi Ujian
Keane juga menyoroti perubahan sikap di sekitar klub. Menurutnya, ketika Carrick mampu membawa tim meraih kemenangan, banyak pihak mendukung keputusannya sebagai manajer. Namun, ketika hasil buruk datang, kesalahan justru mulai diarahkan kepada petinggi klub.
"Ketika mereka mendapatkan hasil musim lalu, orang-orang mengatakan Carrick harus diberi pekerjaan itu. Sekarang, ketika mereka tidak mendapatkan hasil, tiba-tiba semuanya menjadi kesalahan dewan klub atau Jason Wilcox," kata Keane.
Keane Pertanyakan Mentalitas Pemain Manchester United
Kritik Keane tidak hanya ditujukan kepada Carrick dan staf pelatih. Ia juga mempertanyakan komitmen para pemain Manchester United dalam membantu tim keluar dari situasi sulit.
Menurut Keane, para pemain harus menyadari bahwa mereka membela Manchester United, bukan sekadar bermain untuk seorang manajer. Pergantian pelatih bisa terjadi kapan saja, tetapi tanggung jawab pemain terhadap klub tetap sama.
"Para pemain terikat kontrak dengan Manchester United, bukan Michael Carrick. Manajer bisa datang dan pergi, tetapi jika para pemain tidak memberikan segalanya, mereka sebenarnya tidak cukup peduli," tutur Keane.
Mantan gelandang asal Republik Irlandia itu juga menilai para pemain perlu bekerja lebih keras, terutama dalam membantu pertahanan dan menutup celah antarlini.
Carrick Masih Dipercaya Tangani MU
Komentar Keane muncul setelah masa depan Carrick sempat menjadi pembicaraan serius di Manchester United. Kekalahan 0-3 dari Bournemouth di Old Trafford pada 25 Oktober 2026 memperburuk tekanan terhadap sang manajer.
Hasil tersebut memperpanjang catatan tanpa kemenangan MU menjadi delapan pertandingan di semua kompetisi. Setan Merah juga terpuruk di posisi ke-16 klasemen Premier League, hanya satu poin di atas zona degradasi.
Petinggi klub kemudian menggelar pembicaraan mengenai masa depan Carrick. Namun, belum ada keputusan untuk menggantinya. Carrick tetap memimpin latihan dan mendapat kesempatan memperbaiki performa tim.
Situasi itu membuat pertandingan tandang melawan Chelsea di Stamford Bridge pada Sabtu, 31 Oktober 2026, menjadi ujian penting bagi Carrick.
Carrick sendiri mengambil alih posisi manajer pada Januari 2026 setelah Ruben Amorim meninggalkan klub. Ia sempat membawa Manchester United finis di posisi ketiga Premier League musim lalu, tetapi performa tim merosot pada musim ini.