Carrick tetap memimpin Manchester United saat bertandang ke Stamford Bridge, Sabtu 31 Oktober mendatang. Namun, keputusan tersebut belum menjamin posisinya aman untuk jangka panjang.
Menurut laporan Reuters, Carrick masih menangani tim setelah menggelar pembicaraan dengan jajaran petinggi klub di Carrington pada Senin lalu. Ia juga memimpin sesi latihan pada Selasa, sehari setelah diskusi mengenai masa depannya berlangsung.
Manchester United Gagal Menang 8 Pertandingan
Tekanan terhadap Carrick meningkat setelah Manchester United kalah 0-3 dari Bournemouth di Old Trafford pada Minggu, 25 Oktober 2026. Hasil tersebut memperpanjang catatan tanpa kemenangan mereka menjadi delapan pertandingan di semua kompetisi.
Situasi itu membuat posisi United di klasemen Premier League semakin mengkhawatirkan. Berdasarkan laporan The Guardian, MU jadi berada di peringkat ke-16 dan hanya terpaut satu poin saja dari zona degradasi.
Hasil buruk tersebut juga memperbesar ketidakpuasan suporter terhadap performa tim. Meski demikian, sebagian pendukung masih menunjukkan simpati kepada Carrick, yang memiliki rekam jejak panjang sebagai pemain Manchester United sebelum beralih ke dunia kepelatihan.
Carrick kini menghadapi tantangan besar untuk membangkitkan performa tim. Pertandingan melawan Chelsea menjadi kesempatan bagi United untuk memutus tren negatif sekaligus meredakan tekanan terhadap sang pelatih.
Masa Depan Carrick Belum Sepenuhnya Aman
Keputusan mempertahankan Carrick tidak serta-merta berarti manajemen Manchester United telah memberikan dukungan penuh kepadanya.
Sky Sports melaporkan bahwa direktur sepak bola Jason Wilcox dan CEO Omar Berrada telah membahas masa depan Carrick. Klub juga disebut telah mempertimbangkan sejumlah opsi jika perubahan pelatih akhirnya diperlukan.
Eddie Howe, yang saat ini menangani Newcastle United, masuk dalam daftar kandidat pengganti. Nama Julian Nagelsmann, pelatih tim nasional Jerman, juga dikaitkan dengan posisi tersebut. Namun, belum ada pengumuman resmi bahwa Manchester United telah menunjuk atau mencapai kesepakatan dengan kandidat pengganti.
Dengan demikian, laga kontra Chelsea berpotensi menjadi momen penting bagi Carrick untuk menunjukkan bahwa dirinya masih mampu membawa Manchester United keluar dari krisis.
Kemenangan dapat membantu memulihkan kepercayaan diri tim dan meredakan tekanan. Sebaliknya, hasil buruk berisiko kembali memunculkan pertanyaan mengenai kelanjutan masa jabatannya.