Langkah agresif ini diambil setelah CEO Fenway Sports Group (FSG), Michael Edwards, bersama Direktur Olahraga Richard Hughes, sepakat memecat Arne Slot dari kursi kepelatihan pada Sabtu lalu.
Pemecatan ini tergolong mengejutkan mengingat Slot baru saja mempersembahkan gelar juara Premier League bagi publik Anfield pada musim pertamanya.
Pihak klub ingin bergerak cepat dalam mengamankan tanda tangan pelatih berusia 43 tahun tersebut guna menyongsong musim baru. Iraola dinilai memiliki keunggulan besar karena mempunyai kedekatan profesional dengan Richard Hughes saat keduanya masih bekerja sama di Bournemouth.
Mengapa Liverpool Memilih Iraola?
Keputusan Edwards dan Hughes untuk membidik Iraola didasari oleh kebutuhan tim akan penyegaran taktik. Manajemen klub menginginkan figur pelatih yang mampu menerapkan gaya bermain menyerang dengan intensitas tinggi, sebuah karakter yang sukses diperlihatkan Iraola setelah membawa Bournemouth mencetak sejarah finis di peringkat keenam Premier League dan lolos ke Liga Europa.
Meskipun Liverpool berhasil mengunci tiket lolos ke Liga Champions, performa tim di liga domestik musim ini dinilai mengalami penurunan. The Reds hanya mampu mengemas 60 poin, yang merupakan torehan terendah klub sejak musim 2015-2016.
Rekor poin yang minim ini menjadi sorotan tajam mengingat manajemen telah menggelontorkan dana investasi fantastis sebesar 415 juta poundsterling pada bursa transfer lalu.
Dana belanja tersebut memecahkan rekor transfer di Inggris saat Liverpool mendatangkan penyerang Alexander Isak senilai £125 juta, serta gelandang Florian Wirtz dengan mahar £116 juta.
Kehadiran Iraola diharapkan mampu memaksimalkan potensi barisan pemain mahal tersebut, meski Liverpool tetap menyiapkan nama cadangan seperti Sebastian Hoeness dan Pierre Sage jika negosiasi menemui jalan buntu.
(Ahmad Raul)
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News