Pertandingan perdana musim ini diprediksi tidak mudah bagi Persebaya. Salah satu faktor yang membuat laga Persebaya vs Bhayangkara FC sulit diprediksi adalah perubahan di kursi pelatih tuan rumah.
Bhayangkara FC kini ditangani Oscar Bruzon. Situasi tersebut membuat pelatih Persebaya, Bernardo Tavares, belum memiliki gambaran pasti mengenai pendekatan permainan yang akan diterapkan tim tuan rumah.
“Saya rasa saat ini Bhayangkara punya keuntungan lebih karena mereka lebih mengenal kami. Mereka punya kesempatan melihat pertandingan kami di Piala Presiden dan juga beberapa laga persahabatan yang bisa dilihat di YouTube,” ujar Bernardo Tavares.
“Sedangkan di sisi kami, tidak memiliki situasi itu. Kami tidak tahu pasti bagaimana Bhayangkara FC akan bermain, apakah dengan skema 3, 4, atau 5 bek di belakang,” imbuh pelatih asal Portugal tersebut.
Waspadai Pendekatan Oscar Bruzon
Bernardo Tavares mengaku memiliki sedikit gambaran mengenai karakter permainan Oscar Bruzon berdasarkan tim yang pernah ditanganinya. Namun, pelatih berlisensi UEFA PRO itu tidak ingin menjadikan rekam jejak tersebut sebagai patokan utama untuk memprediksi permainan Bhayangkara FC.“Kami juga tidak tahu gaya melatih pelatih baru ini secara pasti. Jika menganalisis tim yang ia latih musim lalu di India, dia lebih condong ke 4-4-2, tapi saya tidak tahu apakah akan sama,” tutur Tavares.
Menurut Tavares, pergantian pelatih dari Paul Munster ke Oscar Bruzon juga menjadi alasan Persebaya harus meningkatkan kewaspadaan saat menghadapi Bhayangkara FC.
“Fakta bahwa Bhayangkara FC mengganti pelatih dari Paul Munster berarti pelatih baru ini dianggap lebih baik, yang artinya tim mereka akan jauh lebih kuat,” lanjutnya.
Bhayangkara FC Punya Skuad yang Kuat
Selain perubahan pelatih, Bernardo Tavares juga menilai Bhayangkara Presisi Lampung FC tetap memiliki fondasi skuad yang kuat. Menurutnya, Bhayangkara FC mampu mempertahankan sejumlah pemain penting dari musim lalu sekaligus menambah kekuatan melalui beberapa rekrutan baru.“Fokus kami harus sangat tinggi. Bhayangkara FC tidak kehilangan pemain kunci dari musim lalu dan mereka merekrut pemain seperti Alan serta pemain lain dengan CV bagus yang pernah bermain di Premier League atau liga-liga besar lainnya,” ujar Tavares.
Kondisi tersebut membuat Persebaya tidak boleh menganggap remeh kekuatan Bhayangkara FC dalam laga pembuka BRI Super League 2026/27. Persebaya juga memiliki catatan yang perlu diperhatikan ketika menjalani laga tandang pada pertandingan pembuka musim.
Catatan Kurang Bagus di Laga Tandang Pembuka
Bernardo Tavares mengingatkan bahwa hasil Persebaya dalam empat laga pembuka terakhir ketika bermain tandang tidak terlalu bagus. Dari empat pertandingan tersebut, Persebaya kalah tiga kali dan hanya meraih satu kemenangan.“Kami juga tidak boleh lupa sejarah. Musim-musim lalu, saat Persebaya bermain tandang di laga pertama, hasilnya tidak terlalu bagus. Dari empat laga pembuka terakhir, kami kalah tiga kali dan hanya menang sekali,” pungkas Bernardo Tavares.
Catatan tersebut menjadi peringatan bagi Persebaya Surabaya agar tidak kehilangan fokus saat menghadapi Bhayangkara FC. Bernardo Tavares ingin timnya tampil dengan kesiapan penuh dalam laga pekan pertama Super League 2026/2027 Persebaya vs Bhayangkara FC ini menjadi kesempatan bagi kedua tim untuk mengawali musim dengan hasil positif.