Insiden tersebut mengakibatkan sejumlah orang terluka, termasuk Media Officer Persib Bandung, Pandu Persada, dan staf Akademi Persib bernama Ridwan.
Penyerangan terjadi saat rombongan EPA Persib Bandung U-18 berpapasan dengan rombongan oknum suporter Persija Jakarta yang tengah dalam perjalanan dari Yogyakarta. Aksi pelemparan dan penyerangan itu melukai sejumlah personel Persib.
Rizky Ridho Menyayangkan Insiden Penyerangan Bus Pemain Muda Persib
Menanggapi insiden tersebut, Rizky Ridho menyampaikan keprihatinannya. Pemain berusia 24 tahun itu menegaskan bahwa kekerasan tidak boleh terjadi dalam sepak bola, terlebih terhadap pemain muda yang sedang mengembangkan karier.
"Sangat menyayangkan tindakan kekerasan yang menimpa pemain EPA Persib Bandung. Tidak ada tempat untuk kekerasan dalam sepak bola, apalagi terhadap pemain muda yang sedang berjuang mengejar mimpinya," tulis Rizky Ridho melalui cerita di akun Instagram pribadinya, Senin (12/10/2026).
Bek timnas Indonesia itu juga mengimbau semua pihak untuk menghentikan perselisihan yang berujung pada tindakan kekerasan.
"Stop kekerasan dalam sepak bola!" tegas kapten Macan Kemayoran itu.
Persib Desak Aparat Kasus Diusut Tuntas
Manajemen Persib Bandung mengecam keras penyerangan yang mengancam keselamatan pemain dan ofisial mereka. Klub berjuluk Maung Bandung itu mendesak aparat penegak hukum mengusut kasus tersebut secara serius, objektif, dan menyeluruh.
"Manajemen Persib mengecam keras tindakan kekerasan yang mengancam keselamatan personel, ofisial, dan para pemain muda Persib EPA U-18," tulis pernyataan resmi klub, Senin (12/10/2026).
Manajemen Maung Bandung juga menegaskan bahwa para pemain muda berhak mendapatkan perlindungan dan rasa aman selama menjalani proses pembinaan sepak bola.
"Sebagai atlet yang sedang menjalani proses pembinaan dan mempersiapkan masa depan di dunia sepak bola, para pemain muda berhak mendapatkan perlindungan, rasa aman, dan kesempatan untuk berkembang tanpa ancaman kekerasan," jelas manajemen Persib.
“Tidak ada alasan apa pun yang dapat membenarkan tindakan kekerasan, terlebih ketika keselamatan para pemain muda turut terancam. Setiap tindakan yang membahayakan keselamatan orang lain harus ditindaklanjuti secara serius sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku,” tegas pihak Maung Bandung.
(Ahmad Raul)