Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya pada Senin (21/4) dini hari, Ricky Kambuaya secara terbuka menjawab berbagai komentar rasisme yang diterimanya. Tidak hanya membalas dengan kata-kata, pemain asal Papua itu juga mengunggah tangkapan layar yang menyertakan akun-akun pelaku tindakan rasisme tersebut.
Para pelaku diketahui menggunakan kata "monyet" untuk menyerang pribadi Ricky. Alih-alih terpuruk, Ricky justru memberikan tantangan balik yang menohok kepada para oknum netizen tersebut.
"Bagaimana bisa monyet bermain sepak bola di level profesional? Dan bahkan sampai menjadi perwakilan membela negara yang dihuni para manusia. Masih kurang rasisnya, ayo tambah lagi, saudaraku," tulis Ricky dalam postingan di Instagram pribadinya.
Dukungan dari Rekan Sejawat
Unggahan tersebut langsung dibanjiri dukungan dari rekan-rekannya di Timnas Indonesia dan Dewa United. Penyerang Timnas, Rafael Struick, turut memberikan semangat kepada koleganya tersebut.
"Tetap kuat, saudaraku (stay strong, brother)," tulis Rafael di kolom komentar.
Dukungan serupa datang dari Kevin Diks, bek tangguh yang kini membela klub asal Jerman, Borussia Mönchengladbach. Kevin mengungkapkan rasa tidak percayanya atas perilaku diskriminatif yang masih terjadi di dunia sepak bola modern dengan menuliskan komentar singkat, "Tidak bisa dipercaya (unbelievable)."
Rasisme Juga Menimpa Pereira
Ricky Kambuaya bukan satu-satunya korban rasisme dalam laga Dewa United kontra Persib Bandung tersebut. Penggawa asing Dewa United, Jonathan Pereira, melalui akun Instagram pribadinya juga mengaku mendapatkan perlakuan serupa.
Pemain asal Brasil tersebut menerima serangan rasisme yang dikirimkan oleh oknum suporter melalui fitur pesan pribadi.
Pereira merespons tindakan negatif tersebut dengan kepala dingin. Ia membalas pesan-pesan kebencian itu dengan untaian doa singkat, "Semoga Tuhan memberkatimu."
(Ahmad Raul)
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News