Djamal Attamimi (Photo By Medcom)
Djamal Attamimi (Photo By Medcom)

Danantara Buka Peluang Pembiayaan Jangka Panjang untuk Olahraga

Alfa Mandalika • 12 September 2026 19:30
Ringkasnya gini..
  • Danantara membuka peluang pembiayaan jangka panjang untuk pengembangan olahraga.
  • Trust fund berpeluang mendukung pendidikan dan pembentukan talent pool olahraga.
  • Sport tourism dan pemanfaatan aset dinilai punya potensi ekonomi yang besar jika didukung model revenue yang jelas.
Jakarta: Danantara membuka peluang pengembangan pembiayaan jangka panjang di sektor olahraga Indonesia. Hal tersebut menjadi salah satu pembahasan dalam Global Leadership Forum bertajuk “Financing the Future of Sports: Trust Funds, Strategic Capital, and National Development” di rangkaian Indonesia Sports Summit 2026, Jakarta, Sabtu (12/9/2026).

Dalam forum tersebut, pembahasan tidak hanya menyoroti kebutuhan pendanaan olahraga, tetapi juga bagaimana investasi di sektor tersebut dapat memberikan dampak ekonomi. Managing Director Finance & Holding Investment, Djamal, menyebut olahraga memiliki potensi besar untuk dikembangkan melalui sport tourism, infrastruktur, pembinaan atlet, hingga pemanfaatan aset.

Rp6,5 Miliar Disebut Hasilkan Aktivitas Ekonomi Rp2 Triliun

Djamal memaparkan salah satu contoh dampak ekonomi dari pengembangan sport tourism. Pada 2025, anggaran pengembangan sport tourism disebut mencapai Rp6,5 miliar dengan tingkat penyerapan 98,8 persen.

Dari anggaran tersebut, aktivitas yang dilakukan di 10 provinsi disebut menghasilkan kegiatan ekonomi sekitar Rp2 triliun. Menurut Djamal, angka tersebut menunjukkan besarnya efek pengganda dari aktivitas olahraga.

Potensi tersebut juga terlihat dari meningkatnya partisipasi masyarakat dalam kegiatan olahraga. Djamal mencontohkan BTR Marathon yang diikuti lebih dari 23 ribu pelari serta Jogja Marathon yang diikuti hampir 14 ribu pelari dari 32 negara.

Sementara itu, aktivitas sport tourism selama sembilan bulan pertama 2026 disebut telah menghasilkan sekitar Rp822 miliar dalam aktivitas ekonomi.


Trust Fund Bisa Dukung Pengembangan Talenta Olahraga

Dalam sesi tanya jawab, Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir mempertanyakan kemungkinan penggunaan trust fund untuk meningkatkan kualitas human capital olahraga Indonesia.

Erick menilai skema tersebut tidak harus selalu berbentuk beasiswa pendidikan formal. Menurutnya, pengembangan atlet dan pelatih dapat dilakukan melalui pembentukan talent pool serta pembinaan sejak usia muda.

Menanggapi hal tersebut, Djamal mengatakan pendidikan atlet ketika masih dalam usia muda dapat masuk dalam kategori pendidikan yang menjadi salah satu fokus Danantara. Karena itu, peluang dukungan terhadap program tersebut terbuka, meski tetap membutuhkan identifikasi dan pembahasan lebih lanjut.

“Tidak menutup kemungkinan karena itu masuk ke dalam kategori pendidikan,” ujar Djamal dalam forum tersebut.
 

Investasi Stadion Harus Punya Model Revenue

Selain pengembangan talenta, pembahasan juga menyentuh pemanfaatan aset dan pembangunan infrastruktur olahraga.

Djamal menegaskan investasi Danantara diarahkan pada investasi yang memberikan hasil dalam jangka panjang. Karena itu, pembangunan atau pengembangan stadion perlu memiliki model pendapatan yang jelas.

Menurutnya, stadion tidak harus hanya digunakan untuk pertandingan olahraga. Venue juga dapat dimanfaatkan untuk kegiatan non-olahraga yang melibatkan promotor dan sponsor sehingga menghasilkan pendapatan tambahan.

Potensi tersebut juga perlu dilihat berdasarkan kondisi kawasan, seperti jumlah penduduk dan aktivitas yang dapat dikembangkan. Kegiatan domestik pun dinilai dapat menjadi sumber pendapatan selama memiliki dukungan sponsor dan model bisnis yang memadai.
 

Sport Tourism Jadi Sektor yang Dinilai Paling Siap

Djamal menilai sport tourism menjadi salah satu sektor yang relatif siap dikembangkan karena kebutuhan modalnya tidak sebesar pembangunan infrastruktur baru. Sejumlah aset yang sudah dimiliki juga dapat dioptimalkan untuk mendukung aktivitas olahraga dan pariwisata.

Ia juga menyebut PON 2028 sebagai salah satu momentum untuk mengembangkan ekosistem olahraga melalui pembangunan dan pengembangan stadion, hotel, bandara, serta infrastruktur pendukung lainnya.

Menurut Djamal, tantangan berikutnya adalah membuat struktur industri olahraga yang lebih jelas. Ia menyoroti tiga kebutuhan utama, yakni klasifikasi industri melalui KBLI, pengukuran output ekonomi, serta ketersediaan pendanaan dengan jangka waktu yang sesuai.

Pasalnya, pengembangan atlet membutuhkan waktu sekitar 12 tahun, liga olahraga sekitar 15 tahun untuk mencapai kematangan, sedangkan stadion memiliki umur ekonomis sekitar 40 tahun. Karena itu, pembiayaan jangka pendek dinilai kurang sesuai untuk menopang pengembangan olahraga yang membutuhkan waktu panjang.

Forum Global Leadership Forum sendiri menjadi bagian dari Indonesia Sports Summit 2026 yang berlangsung pada 11–13 September di Jakarta. Forum tersebut memang dirancang untuk membahas ekonomi olahraga, investasi, sport diplomacy, dan pembangunan ekosistem olahraga berkelanjutan.

(Mohammad Althaf Musyaffa)

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(ASM)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan