Ilustrasi by medcom.id
Ilustrasi by medcom.id

Sriwijaya FC dan PSMS Tagih Subsidi LIB

Olahraga liga 2 indonesia
Antara • 03 Juli 2020 04:03
Jakarta: Dua klub Liga 2 Indonesia 2020 mendesak PT Liga Indonesia Baru (LIB) untuk membayar subsidi pada April hingga Juni. Salah satunya berasal dari Sriwijaya FC.
 
"Subsidi itu idealnya diberikan sebelum lanjutan Liga 2 bergulir," ujar Manajer Sriwijaya FC Hendri Zainuddin seperti dikutip Antara, Kamis (3/7/2020).
 
Manajemen klub PSMS Medan juga sepakat dengan pernyataan tersebut. Julius Raja selaku Sekretaris Umum klub menjelaskan, subsidi dapat mengurangi beban klub yang harus terus mengeluarkan uang operasional.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dia juga menekankan, klub mesti membayar gaji para pemain di tengah tidak adanya pemasukan karena terhentinya kompetisi akibat pandemi covid-19.
 
"Kita tidak usah membicarakan soal subsidi yang rencananya naik di lanjutan liga. Mohon kewajiban untuk bulan April sampai Juni 2020 dibayar dahulu. Sederhana saja sebenarnya. Jangan dipersulit," kata Julius.
 
Sebagai informasi, sebelum Liga 2 2020 berlangsung, PT LIB sepakat untuk memberikan subsidi sebesar Rp1,15 miliar semusim untuk setiap tim peserta yang dicicil perbulan. Namun, pandemi covid-19 telah menghambat pembayaran.
 
Menyebarnya penyakit yang menyerang pernapasan itu membuat seluruh kompetisi Tanah Air diliburkan sejak Maret. LIB pun baru bisa membayar subsidi pada Maret sebesar Rp250 juta.
 
Akan tetapi, hanya enam tim Liga 2 yang mendapatkan subsidi termin pertama tepat waktu. Sebanyak 18 klub lainnya terpaksa menerima subsidi itu pada Mei atau terlambat dua bulan dari seharusnya.
 
Padahal, sesuai surat keputusan PSSI, SKEP/48/III/2020 yang dikeluarkan akhir Maret 2020, setiap tim Liga 1 dan Liga 2 harus tetap menggaji pemainnya pada Maret, April, Mei dan Juni 2020 dengan besaran maksimal 25 persen dari nilai kontrak.
 
"Kesepakatan subsidi di awal, kan, setiap klub mendapatkan subsidi Rp1,15 miliar selama semusim. LIB sudah memberikan termin pertama Rp250 juta. Artinya, sisanya ada Rp900 juta dan LIB mengatakan uang itu dicicil Rp100 juta setiap bulan. Namun ini sudah berapa bulan belum juga dibayar," tutur Julius.
 
Terkini, PSSI telah memutuskan agar semua kompetisi kembali bergulir pada Oktober mendatang melalui penerbitan surat keputusan (SK) bernomor SKEP/53/VI/2020 tentang Kelanjutan Kompetisi dalam Keadaan Luar Biasa tahun 2020.
 
SK terbaru itu membuat manajemen klub harus memutar otak untuk memberikan penghasilan kepada pemain, pelatih dan ofisial yang harus bersiap menghadapi kompetisi. Pasalnya, dana bantuan dari LIB belum cair.
 
"Kalau bicara susah, klub itu susah, demikian pula LIB dan PSSI. Namun, kita tidak bisa berbicara seperti itu. Kalau semua dalam keadaan susah, sepak bola kita ini tidak bisa berjalan. Kami meminta semuanya berkomitmen dengan kesepakatan," tutup Julius. (ANT)
 

 
(KAH)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif