Tunggakan gaji itu berdampak langsung terhadap 303 pesepak bola profesional yang belum menerima haknya. Kondisi tersebut kembali menjadi sorotan di tengah upaya sepak bola Indonesia meningkatkan kualitas dan profesionalisme kompetisi.
Legal Officer APPI, Muhammad Agus Riza Hufaida, menyayangkan persoalan tunggakan gaji masih berulang, apalagi musim ini yang mengusung liga untuk naik kelas.
“Kita berbicara mau membawa liga naik kelas, tetapi masalah dasar terkait hak pemain itu masih belum tuntas hingga sekarang. Total ada 28 klub dengan 303 pemain dari Liga 1 sampai Liga 4 dengan nilai keseluruhan Rp14 miliar,” kata Riza dalam acara Water Break PSSI Pers di Jakarta, Senin (31/8/2026).
Pihak APPI menegaskan, keterlambatan pembayaran gaji tidak hanya merugikan pemain secara finansial, tetapi juga dapat berdampak terhadap performa tim di lapangan.
Salah satu kasus yang disoroti APPI adalah PSBS Biak, yang mengalami penurunan performa secara drastis akibat persoalan internal hingga akhirnya terdegradasi ke Championship 2026/2027.
Daftar 28 Klub yang Masih Tunggak Gaji Pemain
Berdasarkan laporan dan keputusan National Dispute Resolution Chamber (NDRC), sebanyak 28 klub tercatat masih memiliki persoalan tunggakan gaji pemain. Klub-klub tersebut terdiri dari:
PSM Makassar, Semen Padang, PSMS Medan, Persiku Kudus, PSIS Semarang, RANS FC, Sriwijaya FC, Persikota Tangerang, Persikabo 1973, Persewar Waropen, Persinab Sang Maestro, Persipa Pati, Persitara Jakarta Utara, Persibo Bojonegoro, Persekat Tegal, Persiwa Wamena, Persid Jember, PS Siak, Bantul United, PSM Madiun, Depok Raya FC, Kalteng Putra, Pakuan City, Persikab Kabupaten Bandung, PSGJ Cirebon, dan Waanal Brother FC.
APPI Minta Mitigasi Lebih Ketat dan Transparan
Menjelang bergulirnya kompetisi musim 2026/2027, APPI mendesak I.League dan PSSI untuk mengambil langkah konkret dalam menyelesaikan persoalan tersebut.
APPI meminta penerapan mitigasi dan pengawasan yang lebih ketat dan transparan agar seluruh kewajiban klub terhadap pemain dapat diselesaikan sebelum kompetisi baru dimulai.
“Harusnya masalah ini sudah kita tinggalkan beberapa tahun lalu. Ke depan, ini tidak boleh terjadi lagi, minimal di strata Liga 1 jangan sampai ada penunggakan. Ini poin yang paling penting,” tegas Riza.
(Ahmad Raul)