Persita telah melakukan berbagai persiapan untuk menyambut musim baru. Pemusatan latihan hingga sejumlah laga uji coba digelar di Tangerang dan Yogyakarta dalam satu bulan terakhir.
Tim pelatih juga melakukan evaluasi menyeluruh terhadap performa Persita pada musim sebelumnya. Analisis tersebut menjadi dasar bagi klub dalam menentukan kebutuhan skuad dan pemain yang direkrut untuk menghadapi Super League 2026/2027.
Evaluasi Performa Musim Lalu
Pena mengungkapkan bahwa tim kepelatihan Persita telah melakukan analisis mendalam sejak akhir musim 2025/2026. Evaluasi tersebut mencakup performa tim, kualitas pemain, serta kebutuhan untuk meningkatkan kekuatan skuad.“Kami telah melakukan analisis yang sangat mendalam selama minggu-minggu terakhir pada musim sebelumnya. Juga selama musim panas, kami sudah banyak berdiskusi, menganalisis, memeriksa para pemain dan membuat laporan tentang musim lalu dan hasil analisisnya sangat jelas,” ujar Carlos Pena.
Menurut Pena, Persita tampil cukup konsisten di sektor pertahanan sepanjang musim lalu. Performa lini serang juga dinilai positif selama sebagian besar kompetisi, meski mengalami penurunan menjelang akhir musim.
“Saya sudah katakan, saya rasa, dalam beberapa kesempatan bahwa Persita dari segi pertahanan pada musim lalu adalah tim yang sangat konsisten. Juga dalam menyerang, selama tiga perempat musim, kami adalah tim yang bagus, dengan akurasi tinggi dalam peluang-peluang yang kami dapatkan,” katanya.
Namun, performa Persita mengalami penurunan pada penghujung musim. Kondisi tersebut membuat Carlos Pena dan tim pelatih fokus memperkuat sektor penyerangan melalui perekrutan pemain yang sesuai dengan kebutuhan tim.
“Kami menyadari bahwa menjelang akhir musim, performa tim menurun dan dari sisi serangan tim tidak berada di level yang sama seperti pada sektor pertahanan. Jadi sudah jelas kami butuh tipe pemain seperti apa dan rekrutan yang dibutuhkan jika ingin meningkatkan performa untuk musim ini,” ujar Pena.
“Jadi itulah pekerjaan utama selama musim panas, mencoba menemukan pemain-pemain terbaik yang cocok dengan sistem kami, yang cocok dengan klub kami. Dan sekarang saya sangat senang dengan pemain-pemain yang sudah kami rekrut,” lanjutnya.
Incar 10 Besar
Pada musim debutnya bersama Persita Tangerang pada 2025/2026, Carlos Pena berhasil membawa Pendekar Cisadane finis di posisi 10 besar. Persita mengakhiri musim dengan koleksi 45 poin dari 34 pertandingan. Catatan tersebut diperoleh dari 13 kemenangan, enam hasil imbang, dan 15 kekalahan.Menghadapi Super League 2026/2027, Carlos Pena memilih pendekatan pragmatis. Pelatih asal Spanyol itu tidak menetapkan target berupa posisi tertentu di klasemen, tetapi ingin timnya menjaga konsistensi dari pertandingan ke pertandingan.
“Tidak ada tekanan. Kami tidak memiliki tekanan untuk gelar juara. Kami memiliki ambisi. Tentu, kami ingin membawa Persita berada di posisi setinggi mungkin,” ujar Carlos Pena.
Sambut Ujian Sulit PSIM
Carlos Pena menyadari bahwa pertandingan pembuka selalu memiliki tantangan tersendiri. Karena itu, Persita akan berusaha menjaga fokus dan menjalani kompetisi secara bertahap.“Pertandingan pertama akan berlangsung di Yogyakarta melawan PSIM. Setiap pertandingan akan sangat sulit, tetapi kami akan menjalani semuanya dengan ambisi dan fokus dari satu pertandingan ke pertandingan berikutnya,” tutup Pena.
Dengan skuad baru dan hasil evaluasi dari musim sebelumnya, Persita Tangerang kini bersiap menghadapi persaingan Super League 2026/27. Konsistensi menjadi salah satu kunci yang ingin dibangun Carlos Pena agar Pendekar Cisadane mampu meraih posisi terbaik pada musim ini.