Skuad Persipura Jayapura. (Foto: Instagram resmi Persipura)
Skuad Persipura Jayapura. (Foto: Instagram resmi Persipura)

Persipura Siap Banding atas Denda Rp240 Juta dan Larangan Penonton Semusim

Kautsar Halim • 16 Mei 2026 22:57
Ringkasnya gini..
  • Persipura Jayapura akan mengajukan banding setelah dijatuhi sanksi berat dari Komdis PSSI.
  • Mutiara Hitam mendapat denda Rp240 juta dan larangan menggelar laga kandang dengan penonton selama musim 2026/2027.
  • Sanksi dijatuhkan setelah kerusuhan pada laga playoff melawan Adhyaksa FC di Stadion Lukas Enembe.
Jayapura: Manajemen Persipura Jayapura memastikan akan mengajukan banding setelah dijatuhi sanksi berat oleh Komisi Disiplin (Komdis) PSSI berupa larangan menggelar laga kandang dengan penonton selama semusim penuh pada kompetisi 2026/2027.
 
Selain hukuman tanpa penonton, klub berjuluk Mutiara Hitam juga didenda Rp240 juta usai adanya kerusuhan pada laga playoff Pegadaian Championship 2025/2026 melawan Adhyaksa FC di Stadion Lukas Enembe, Jumat 8 Mei lalu.
 

Persipura Nilai Sanksi Terlalu Berat


Ketua Umum Persipura, Benhur Tommy Mano, menilai hukuman tersebut terlalu berat dan sangat merugikan klub. Oleh karena itu, banding pun akan diajukan dalam waktu dekat ini.
 
"Kami siap mengajukan banding atas keputusan Komdis PSSI terhitung sejak putusan diberikan selama 14 hari, karena sanksi ini sangat merugikan tim, terlebih harus bermain satu musim tanpa penonton," ujar Benhur seperti dilansir Antara, Sabtu (16/5/2026).

Baca juga: Persipura Dijatuhi Lima Sanksi Sekaligus oleh PSSI, Dendanya Capai Rp240 Juta
 
Benhur menegaskan larangan bermain tanpa penonton selama semusim penuh akan berdampak besar terhadap performa tim karena dukungan suporter selama ini menjadi kekuatan utama Persipura di kandang.
 
Ia bahkan menyebut Persipura sempat mencatat rekor jumlah penonton terbanyak di ajang Championship saat memainkan laga kandang.
 
"Ini berarti rating pertandingan otomatis naik. Dukungan suporter dan masyarakat sangat berdampak pada mental pemain di lapangan, sekaligus pemasukan klub dari penjualan tiket," kata Benhur.
 
Manajemen berharap Komdis PSSI dapat mempertimbangkan kembali keputusan tersebut dengan lebih bijaksana karena antusiasme masyarakat Papua terhadap Persipura sangat tinggi.
 

Kehilangan Tiket dan Beban Operasional Klub


Selain kehilangan dukungan langsung dari suporter, Persipura juga terancam mengalami kerugian finansial. 
 
Benhur menjelaskan bahwa Persipura merupakan salah satu klub dengan kebutuhan operasional terbesar di Indonesia. 
 
Biaya akomodasi, transportasi, hingga kebutuhan tim dinilainya sangat tinggi karena faktor geografis Papua. 
 
Tanpa pemasukan dari tiket penonton selama satu musim, kondisi finansial klub disebut Benhur bisa semakin berat.
 

Alasan Komdis PSSI Jatuhkan Hukuman ke Persipura


Dalam sidang yang digelar pada 13 Mei 2026, Komdis PSSI memutuskan untuk memberikan hukuman kepada Persipura dan panitia pelaksana pertandingan. 
 
Keputusan itu tertuang dalam surat bernomor 245/L2/SK/KD-PSSI/V/2026 yang ditandatangani Ketua Komdis PSSI, Umar Husin.
 
Dalam surat tersebut, dijelaskan bahwa Persipura melanggar Kode Disiplin PSSI 2025 setelah banyak suporter masuk ke area lapangan usai pertandingan berakhir.
 
"Klub Persipura Jayapura melanggar Kode Disiplin PSSI Tahun 2025 karena setelah pertandingan berakhir terdapat suporter Persipura memasuki area lapangan pertandingan dalam jumlah banyak," bunyi petikan keputusan tersebut.
 
Kini, manajemen Persipura berharap banding dapat meringankan hukuman. Jika ditolak, Mutiara Hitam terancam kehilangan dukungan suporter sepanjang musim depan sekaligus pemasukan tiket kandang.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(KAH)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan