Meski kebangkitan tersebut menjadi catatan positif, tambahan satu poin belum cukup memperbaiki posisi Persija. Tim asuhan Shin Tae-yong baru mengoleksi satu poin dari dua pertandingan sehingga peluang mereka melaju ke semifinal semakin menipis.
Persija kini wajib memenangi pertandingan terakhir melawan PSMS Medan pada Sabtu, 1 Agustus 2026. Namun, kemenangan saja belum menjamin kelolosan karena nasib Macan Kemayoran juga bergantung pada hasil pertandingan tim lain di Grup B.
Port FC Unggul Dua Gol
Persija mencoba mengambil inisiatif serangan sejak awal pertandingan. Peluang pertama datang melalui tembakan Stjepan Loncar dari luar kotak penalti, tetapi bola masih dapat diamankan penjaga gawang Port FC, Michael Falkesgaard.
Port FC justru membuka keunggulan pada menit ke-19. Peeradol Chamrasamee menyambut umpan tarik dari sisi kiri dengan tembakan terukur yang gagal dijangkau Aqil Savik.
Macan Kemayoran mendapatkan kesempatan emas untuk menyamakan skor pada menit ke-26. Eksel Runtukahu sudah berhadapan langsung dengan Falkesgaard, tetapi tendangan mendatarnya masih dapat diblok oleh kiper Port FC tersebut.
Wakil Thailand kemudian menggandakan keunggulan pada menit ke-40. Issam Abdallah menyambar umpan silang di depan gawang. Aqil sempat menepis bola, tetapi bola dinyatakan telah melewati garis gawang sehingga Port FC memimpin 2-0.
Arlyansyah Memulai Kebangkitan Persija
Tertinggal dua gol tidak membuat Persija kehilangan semangat. Hanya berselang dua menit setelah gol kedua Port FC, Arlyansyah Abdulmanan berhasil memperkecil ketertinggalan.
Arlyansyah menerima umpan Stjepan Loncar sebelum menaklukkan Falkesgaard dengan penyelesaian yang tenang. Gol tersebut menjaga asa Persija dan membuat babak pertama berakhir dengan keunggulan 2-1 untuk Port FC.
Memasuki babak kedua, Persija tampil lebih agresif. Tekanan Macan Kemayoran akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-52.
Loncar, yang sebelumnya menciptakan assist untuk gol Arlyansyah, kali ini mencatatkan namanya di papan skor. Ia menyelesaikan umpan Witan Sulaeman melalui sepakan mendatar yang tidak mampu dihentikan Falkesgaard. Kedudukan pun berubah menjadi 2-2.
Persija terus menekan untuk mencari gol kemenangan. Gustavo Almeida memperoleh peluang melalui sundulan pada pengujung pertandingan, tetapi Falkesgaard kembali melakukan penyelamatan penting.
Hingga tambahan waktu enam menit berakhir, tidak ada gol tambahan yang tercipta. Persija dan Port FC harus puas berbagi satu poin setelah pertandingan berakhir imbang 2-2.
Nasib Persija Tidak Lagi Ditentukan Sendiri
Hasil imbang tersebut membuat Persija belum meraih kemenangan dalam dua pertandingan Grup B. Sebelumnya, Macan Kemayoran kalah tipis 0-1 dari Persebaya Surabaya pada laga pembuka.
Berdasarkan klasemen sementara setelah pertandingan melawan Port FC, Persija berada di posisi ketiga dengan satu poin. Sementara itu, Port FC memimpin grup dengan empat poin.
Situasi tersebut membuat jalan Persija menuju semifinal semakin terjal. Macan Kemayoran harus mengalahkan PSMS pada pertandingan terakhir untuk menjaga peluang. Hasil imbang atau kekalahan akan membuat langkah Persija terhenti di fase grup.
Namun, tambahan tiga poin dari laga terakhir juga belum otomatis mengantarkan Persija ke semifinal. Mereka masih harus berharap hasil pertandingan lain berjalan sesuai kebutuhan, termasuk hasil yang melibatkan Persebaya dan Port FC.
Terlepas dari situasi klasemen, kemampuan bangkit setelah tertinggal 0-2 menjadi modal positif bagi Persija. Arlyansyah dan Loncar memperlihatkan bahwa Macan Kemayoran tetap memiliki daya juang hingga akhir pertandingan.
Kini, Persija tidak memiliki banyak pilihan. Kemenangan atas PSMS menjadi harga mati, sementara nasib mereka menuju semifinal juga ditentukan oleh hasil tim lain.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda