Kericuhan mewarnai laga Carrot FC vs Perseka di Bupati Cup 2026. Ilustrasi Kiper Perseka, Herlian Laksono, terlibat insiden dengan wasit setelah memprotes kartu kuning. (Dok. ChatGPT)
Kericuhan mewarnai laga Carrot FC vs Perseka di Bupati Cup 2026. Ilustrasi Kiper Perseka, Herlian Laksono, terlibat insiden dengan wasit setelah memprotes kartu kuning. (Dok. ChatGPT)

Kericuhan Pecah, Wasit Jadi Sasaran Emosi Kiper Perseka di Bupati Cup 2026

Alfa Mandalika • 11 Agustus 2026 21:46
Ringkasnya gini..
  • Kericuhan terjadi dalam laga Carrot FC melawan Perseka pada Andalas Open Turnamen Bupati Cup Banjarnegara 2026.
  • Kiper Perseka, Herlian Laksono, terlibat keributan dengan wasit setelah memprotes kartu kuning.
  • Protes tersebut berujung kontak fisik hingga tangan Herlian terlihat mengenai wajah wasit. Belum diketahui apakah Herlian atau Perseka akan mendapat sanksi dari Komdis Asprov PSSI Jawa Tengah.
Jakarta: Kericuhan mewarnai laga Carrot FC melawan Perseka pada Andalas Open Turnamen Bupati Cup Banjarnegara 2026, Minggu, 9 Agustus 2026. Kiper Perseka, Herlian Laksono, terlibat keributan dengan wasit setelah memprotes keputusan kartu kuning.
 
Pertandingan yang digelar di Lapangan Desa Kayuares, Banjarnegara, tersebut berakhir imbang 1-1. Namun, hasil pertandingan harus tersisihkan oleh insiden yang terjadi setelah keputusan wasit memicu protes dari Herlian.
 
Kericuhan bermula ketika Herlian menerima kartu kuning dari wasit. Tidak terima dengan keputusan tersebut, kiper Perseka kemudian melakukan protes.
 
Protes tersebut semakin memanas hingga terjadi kontak fisik. Dalam insiden itu, tangan Herlian terlihat mengenai wajah wasit.
   
 
Rekan-rekan setim Herlian bersama panitia pertandingan kemudian bergerak cepat untuk melerai. Upaya tersebut dilakukan agar kericuhan tidak semakin meluas dan pertandingan dapat kembali terkendali.
 
Terlepas dari keputusan wasit yang dipersoalkan, tindakan fisik terhadap perangkat pertandingan sangat disayangkan. Wasit memiliki kewenangan untuk mengambil keputusan selama pertandingan berdasarkan situasi yang terjadi di lapangan.
 
Hingga kini, belum diketahui apakah Herlian maupun Perseka akan mendapatkan sanksi resmi atas insiden tersebut.
 
Insiden tersebut kembali menjadi pengingat bahwa tensi pertandingan, termasuk dalam sepak bola antarkampung atau tarkam, tidak seharusnya berujung pada kekerasan terhadap perangkat pertandingan.
 
(Muhammad Zaidan Rizky)

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(ASM)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan