Pelatih Arema, Marcos Santos (dok. Super League)
Pelatih Arema, Marcos Santos (dok. Super League)

Arema FC

Santos Ingin Arema Bayar Dukungan Aremania dengan Kemenangan atas PSM

Gregorius Gelino • 09 Mei 2026 11:43
Ringkasnya gini..
  • Santos menegaskan Arema punya utang kepada Aremania yang selalu memberikan dukungannya ketika tim bermain.
  • Santos menilai inkonsistensi Arema musim ini karena badai cedera yang menghampiri tim.
  • Santos bertekad menjadikan PSM sebagai tonggak kebangkitan Arema untuk kembali ke papan atas.
Malang: Arema FC memasuki pekan ke-32 Super League 2025/2026 dalam situasi penuh tekanan akibat dua kekalahan beruntun di laga sebelumnya bertajuk Derby Jawa Timur membuat tim harus segera menemukan kembali ritme permainannya. Tim akan menjamu PSM Makassar di Stadion Kanjuruhan Kepanjen, Kabupaten Malang, Sabtu, 9 Mei, sore. 

Pertaruhan Harga Diri

Laga yang bukan sekadar perebutan tiga poin tapi pertaruhan harga diri tim di tengah tekanan yang mengelilinginya. Di tengah sorotan tajam itu, pelatih Arema FC Marcos Santos justru melihat ada semangat baru yang mulai tumbuh dalam tim.
 
“Persiapan berjalan baik, bahkan lebih baik daripada dua pertandingan terakhir. Mengingat tuntutan dari pendukung dan tingkat konsentrasi kami, kami tahu bahwa kami memiliki 'utang' (hasil baik),” ujar pelatih asal Brasil itu.

Baca juga: Santos bakal Rotasi Susunan Pemain Arema Lawan PSM

Sebab sepanjang pekan ini, dia menilai pemain menunjukkan respon positif dalam latihan. Setelah mental tim sempat terguncang perlahan mulai membaik tidak ingin terus terjebak dalam bayang-bayang hasil buruk sebelumnya.
 
“Saya merasakan persiapan yang lebih mantap, saya melihat para pemain lebih fokus kembali, dan yang terpenting, mereka lebih bugar dan beristirahat,” imbuhnya.

Cedera Pangkal Inkonsistensi

Meskipun sepanjang musim ini performa tim naik turun karena menghadapi banyak persoalan berat yaitu badai cedera menjadi salah satu masalah terbesar. Sehingga mengganggu stabilitas tim sejak awal kompetisi.

Situasi itu bahkan membuat Arema FC sempat kehilangan stok pemain di lini belakang. Belum selesai dengan masalah cedera, Arema juga harus menghadapi kehilangan emosional setelah meninggalnya Coach Kuncoro. Tetapi dia tetap percaya tim berjuluk Singo Edan itu masih mempunyai kemampuan untuk menutup kompetisi dengan baik.

Baca juga: Asisten Pelatih Arema FC Meninggal Usai Main Bola

Untuk itu laga melawan PSM dia optimistis menjadi titik balik kebangkitan tim di kandang sendiri. Fokus terbesar Arema FC saat ini bukan hanya soal taktik, tetapi bagaimana mengembalikan keberanian dan mental bertanding pemain.
 
“Mental pemain sudah didukung suporter kemarin yang datang. Kita harus kerja keras, mental harus kembali. Harus siap menang. Tiga pertandingan ini dapat 9 poin agar Arema bisa ke posisi atas lagi,” kata Marcos Santos.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(KAH)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan