Persija takluk saat bertandang ke Banten International Stadium, Serang, Jumat (17/10). Dalam pertandingan tersebut, Fabio sempat membawa Persija unggul melalui gol pada menit ke-18. Namun, keunggulan itu tidak mampu dipertahankan hingga akhir laga.
Gol Fabio tercipta setelah ia membaca dengan baik situasi di depan gawang Persita. Memanfaatkan bola yang terlepas setelah upaya sapuan pemain bertahan tuan rumah, gelandang tersebut melepaskan tendangan kaki kanan yang gagal diantisipasi penjaga gawang Persita.
Meski sempat menjadi pembeda bagi Persija, Fabio harus menerima kenyataan pahit setelah timnya kebobolan gol ketiga pada penghujung pertandingan. Situasi serangan balik Persita menjadi momen yang sulit baginya karena upaya mengantisipasi pergerakan lawan tidak berjalan sesuai harapan.
Fabio tidak menampik kekecewaan atas hasil tersebut. Namun, ia memilih menjadikan pengalaman itu sebagai pelajaran daripada larut dalam penyesalan. Menurutnya, kemenangan maupun kekalahan tidak seharusnya menjadi satu-satunya tolok ukur untuk menilai kualitas seseorang.
Baginya, hal yang lebih penting adalah keberanian menghadapi konsekuensi, mengevaluasi kesalahan, dan kembali berjuang untuk memperbaiki keadaan.
“Saat menang, bukan berarti kamu yang terbaik. Saat kalah, bukan berarti kamu yang terburuk. Aku tidak akan pernah bersembunyi hanya karena sebuah kesalahan atau kekalahan,” kata Fabio.
Ia menegaskan perjalanan Persija pada musim ini masih panjang. Karena itu, hasil negatif di Serang harus segera dijadikan motivasi untuk memperbaiki kekurangan, meningkatkan performa, dan membangun kembali momentum positif dalam persaingan kompetisi.
Arema FC Jadi Kesempatan Persija Bangkit
Persija kini mengalihkan fokus ke pertandingan berikutnya melawan Arema FC. Macan Kemayoran dijadwalkan menjamu Singo Edan di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, Rabu (21/10), pukul 19.00 WIB.Pertandingan tersebut menjadi kesempatan bagi Persija untuk membuktikan bahwa kekalahan dari Persita tidak menghambat ambisi mereka dalam persaingan BRI Super League musim ini.
Fabio menegaskan perjuangan timnya belum berakhir. Ia ingin Persija menjadikan setiap hambatan sebagai kesempatan untuk belajar dan tumbuh menjadi tim yang lebih kuat.
“Perjuangan kami tidak berakhir pada hambatan pertama. Perjuangan ini berakhir di pekan ke-34. Kami akan belajar dari kesalahan, tetap tegak, dan kembali dengan lebih kuat,” tuturnya.
Dengan tekad tersebut, Persija diharapkan mampu memperbaiki performa saat menghadapi Arema FC sekaligus menjadikan laga kandang itu sebagai momentum untuk kembali meraih hasil positif.