Potret Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung yang tengah menonton Persija Jakarta (Foto: Instagram @pramonoanungw)
Potret Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung yang tengah menonton Persija Jakarta (Foto: Instagram @pramonoanungw)

Respons Gubernur DKI Usai Laga Persija vs Persib Batal Digelar di GBK

Alfa Mandalika • 06 Mei 2026 19:37
Ringkasnya gini..
  • Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyatakan kecewa atas pemindahan laga Persija vs Persib dari GBK ke Samarinda.
  • Meski kecewa, Pramono menilai langkah itu tepat demi menjaga stabilitas kota Jakarta.
  • Ia menegaskan keamanan warga Jakarta tetap menjadi prioritas utama.
Jakarta: Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengungkapkan rasa kecewanya atas batalnya laga El Clasico Liga Indonesia antara Persija Jakarta melawan Persib Bandung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK). Pertandingan yang dijadwalkan berlangsung pada Minggu, 10 Mei 2026, tersebut akhirnya diputuskan pindah ke Stadion Segiri, Samarinda, Kalimantan Timur.
 
Sebelumnya, pihak kepolisian dan PSSI sudah memberikan restu agar laga Persija vs Persib tetap digelar di SUGBK. Namun, situasi berubah pada Hari Rabu 6 Mei 2026, ketika pihak kepolisian membatalkan izin penyelenggaraan di Jakarta dengan alasan keamanan.
 
Mengetahui kabar dipindahnya laga antara Persija Jakarta melawan Persib Bandung ke Samarinda, Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung mengaku bahwa bukan hanya Jakmania yang kecewa tetapi dirinya juga kecewa setelah mendengar kabar tersebut.
 
“Saya jawab, saya termasuk yang kecewa. Jadi bukan hanya Jakmania atau siapa, saya termasuk yang kecewa,” kata Pramono.
 
Meski demikian, ia menegaskan bahwa keputusan tersebut telah melalui koordinasi intensif antara pemerintah daerah dan aparat keamanan. Tingginya rivalitas antara kedua tim dinilai berpotensi memicu gangguan ketertiban umum jika pertandingan tetap digelar di ibu kota.
 
Pramono menilai langkah pemindahan lokasi pertandingan merupakan keputusan rasional yang mengedepankan stabilitas kota Jakarta. Ia menyebut keamanan warga Jakarta harus menjadi prioritas utama dibandingkan memaksakan pertandingan tetap berlangsung di SUGBK.
 
“Apa pun yang menjadi keputusan bersama untuk tidak dipertandingkan di Jakarta, sebagai gubernur saya melihat ada alasan yang sangat masuk akal,” ujar Pramono.
 
Lebih lanjut, ia menegaskan komitmennya untuk menjaga situasi kota Jakarta agar tetap kondusif. Menurutnya, kondisi kota yang aman dan terkendali jauh lebih penting daripada menggelar satu pertandingan besar dengan risiko yang tinggi.
 
“Bagaimanapun, saya lebih baik menjaga Jakarta tetap adem, ayem, tenteram. Itu yang lebih utama,” pungkasnya.
 
(Muhammad Zaidan Rizky)
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ASM)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan