Pelatih PSIM Yogyakarta, Jean-Paul van Gastel (ileague.id)
Pelatih PSIM Yogyakarta, Jean-Paul van Gastel (ileague.id)

PSIM Yogyakarta

PSIM Yakin Menang atas Persita di HUT ke-97

Gregorius Gelino • 05 September 2026 12:10
Ringkasnya gini..
  • PSIM Yogyakarta siap menghadapi Persita Tangerang pada laga perdana Super League 2026/2027 di Stadion Sultan Agung, Sabtu (5/9).
  • Laga tersebut bertepatan dengan HUT ke-97 PSIM, sehingga Laskar Mataram bertekad meraih kemenangan sebagai kado ulang tahun.
  • Van Gastel soroti perbaikan penyelesaian akhir, antisipasi pertahanan blok rendah, serta analisis permainan Persita untuk mengamankan hasil positif.
Yogyakarta: PSIM Yogyakarta akan menjalani laga perdana di Super League 2026/2027 dengan menjamu Persita Tangerang di Stadion Sultan Agung, Bantul, Sabtu, 5 Agustus, sore. Pertandingan PSIM Yogyakarta vs Persita Tangerang tersebut menjadi semakin istimewa karena bertepatan dengan peringatan hari ulang tahun ke-97 PSIM. Laskar Mataram lahir pada 5 September 1929.

Momentum tersebut membuat PSIM Yogyakarta memiliki motivasi tambahan untuk tampil maksimal. Selain memburu kemenangan pada laga pembuka di kandang sendiri, Laskar Mataram juga mengincar tiga poin sebagai kado ulang tahun ke-97.

Van Gastel Antusias Sambut Musim Baru PSIM
Pelatih Kepala PSIM Yogyakarta, Jean-Paul van Gastel, menyatakan seluruh anggota tim sangat antusias menyambut kompetisi resmi setelah menjalani persiapan panjang.

“Ini adalah awal dari musim baru. Saya sangat bersemangat setelah libur panjang dan masa pramusim cukup panjang,” kata Van Gastel dalam sesi jumpa pers di Yogyakarta, Jumat (4/9).

Masa pramusim dimanfaatkan staf pelatih PSIM untuk mematangkan skema permainan sekaligus menjaga kesiapan fisik para pemain. Van Gastel semakin antusias karena laga PSIM vs Persita berlangsung tepat pada hari ulang tahun klub.

“Kami benar-benar ingin segera memulai kompetisi kembali, terlebih besok bertepatan hari ulang tahun PSIM. Ini akan menjadi hari spesial, dan saya sangat menantikannya,” tegas Van Gastel.

Perbaiki Penyelesaian Akhir
Juru taktik asal Belanda tersebut juga merefleksikan perjalanan PSIM Yogyakarta sejak berhasil promosi ke kasta tertinggi.

PSIM sebelumnya menghabiskan 18 tahun di kasta kedua sebelum akhirnya meraih promosi. Pada musim lalu, prioritas utama Laskar Mataram sebagai tim promosi adalah memastikan keberlangsungan mereka di kompetisi kasta teratas.

“Jika melihat perjalanan PSIM menghabiskan 18 tahun di kasta kedua sebelum meraih promosi, prioritas utama kami musim lalu sebagai tim promosi adalah bertahan agar tidak terdegradasi. Tentu saja, setiap tim selalu memiliki kekuatan serta kelemahan masing-masing,” paparnya.

Salah satu aspek yang menjadi perhatian Van Gastel adalah efektivitas serangan ketika menghadapi pertahanan lawan yang bermain rapat. Menurutnya, membongkar pertahanan dengan blok rendah membutuhkan variasi taktik dan pendekatan yang tepat.

“Kami jelas memiliki kendala dalam penyelesaian akhir di sepertiga akhir lapangan. Seperti pernah disampaikan Arne Slot saat melatih Liverpool musim lalu, sangat sulit membongkar pertahanan blok rendah. Jika Liverpool saja kesulitan menghadapinya, tim seperti PSIM menghadapi tantangan serupa,” jelasnya.

Hasil Musim Lalu Bukan Patokan
PSIM Yogyakarta memang memiliki catatan kurang baik ketika menghadapi Persita pada musim sebelumnya. Namun, Van Gastel menilai hasil tersebut tidak bisa dijadikan tolok ukur untuk pertandingan musim ini. Menurutnya, perubahan komposisi pemain membuat situasi kedua tim kini berbeda.

“Untuk musim ini, kami mendatangkan beberapa pemain berprofil berbeda demi mengatasi kendala musim lalu. Setiap musim komposisi skuad selalu berbeda, jadi hasil musim lalu tidak lagi relevan. Yang terpenting adalah kami mempersiapkan diri secara matang,” ujar mantan pelatih Besiktas FC tersebut.

Sudah Paham Gaya Main Persita
Van Gastel juga memastikan staf pelatih PSIM telah melakukan analisis terhadap permainan Persita Tangerang. Hal tersebut dilakukan untuk mempersiapkan strategi menghadapi laga perdana Super League 2026/2027.

Pelatih PSIM tersebut telah meninjau kembali sejumlah pertandingan melawan Persita pada musim lalu. Karena Persita masih ditangani pelatih kepala yang sama, Van Gastel memperkirakan pendekatan permainan mereka tidak akan berubah secara signifikan.

“Saya sudah meninjau kembali laga-laga melawan mereka musim lalu. Mengingat Persita masih ditangani pelatih kepala sama, saya berasumsi dia mempersiapkan timnya lewat cara serupa, dan kami mempertimbangkan setiap detail agar meraih hasil positif besok,” pungkasnya.

Laga PSIM Yogyakarta vs Persita Tangerang pun menjadi ujian pertama Laskar Mataram di Super League 2026/2027. Bermain di Stadion Sultan Agung sekaligus merayakan HUT ke-97 klub, PSIM tentu berharap bisa mengawali musim dengan kemenangan.

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(ASM)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan