Pengumuman perpisahan Persijap Jepara dengan Mario Lemos disampaikan melalui akun Instagram resmi klub pada Kamis, 15 Oktober, sore. Keputusan tersebut diambil setelah manajemen melakukan evaluasi terhadap performa tim dalam empat pertandingan awal musim.
“Persijap Jepara resmi mengakhiri kerja sama dengan Mario Lemos sebagai pelatih kepala setelah melalui evaluasi manajemen menyusul kekalahan 1-6 dari Bali United,” demikian pernyataan resmi klub.
Manajemen menegaskan bahwa keputusan tersebut merupakan bagian dari evaluasi dan pembenahan tim demi menjaga arah perjalanan Persijap Jepara dalam menghadapi kompetisi musim ini.
Antonio Claudio Jadi Caretaker Persijap Jepara
Setelah berpisah dengan Mario Lemos, Persijap Jepara langsung menunjuk Antonio Claudio sebagai pelatih sementara atau caretaker. Sebelumnya, Antonio Claudio menjabat sebagai asisten pelatih.“Selanjutnya, Antonio Claudio yang sebelumnya menjabat sebagai asisten pelatih akan ditunjuk sebagai caretaker untuk memimpin tim selama masa transisi,” lanjut keterangan resmi Persijap.
Penunjukan Antonio Claudio diharapkan dapat membantu Persijap melewati masa transisi sekaligus membangkitkan performa tim yang belum meraih hasil positif dalam empat pertandingan pertama Super League 2026/2027.
Pergantian ini sekaligus menjadi perubahan pelatih kepala kedua yang dilakukan Persijap sejak kompetisi musim 2026/2027 dimulai. Sebelumnya, klub asal Jepara tersebut telah berpisah dengan Juan Cortes setelah pertandingan pekan kedua.
Mario Lemos kemudian dipercaya menangani tim setelah sebelumnya menjabat sebagai direktur teknik. Namun, masa kepelatihannya berakhir lebih cepat setelah Persijap kembali menelan kekalahan, termasuk hasil memalukan saat menghadapi Bali United.
Empat Kekalahan Beruntun Jadi Alarm bagi Persijap
Performa Persijap Jepara pada awal musim Super League 2026/2027 menjadi pekerjaan rumah besar bagi manajemen dan tim pelatih. Dalam empat pertandingan yang telah dijalani, Laskar Kalinyamat selalu menelan kekalahan.Persijap harus mengakui keunggulan Madura United FC dengan skor 0-2 saat bermain tandang. Persijap kemudian gagal memanfaatkan keuntungan bermain di kandang pada pekan kedua dan kalah tipis 0-1 dari Borneo FC Samarinda.
Hasil negatif berlanjut pada pekan ketiga ketika Persijap kembali tumbang di hadapan pendukungnya sendiri, kali ini kalah dari Persib Bandung dengan skor 2-1. Puncaknya terjadi pada pekan keempat ketika bertandang ke Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Persijap dihajar Bali United FC dengan skor telak 1-6.
Rangkaian hasil tersebut menjadi salah satu faktor utama yang mendorong manajemen melakukan evaluasi terhadap posisi pelatih kepala. Persijap kini dituntut segera berbenah agar tidak semakin tertinggal dalam persaingan kompetisi kasta tertinggi sepak bola Indonesia.
Ujian Berat Antonio Claudio pada Pekan Kelima
Antonio Claudio akan langsung menghadapi tantangan penting dalam debutnya sebagai caretaker Persijap Jepara. Laskar Kalinyamat dijadwalkan menjamu Isenmulang Kalteng FC pada pekan kelima BRI Super League 2026/2027.Pertandingan tersebut akan berlangsung di Stadion Gelora Bumi Kartini, Jepara, pada Jumat, 16 Oktober, malam. Laga ini menjadi kesempatan bagi Persijap untuk mengakhiri tren kekalahan sekaligus membangun kembali kepercayaan diri para pemain.
Bermain di hadapan pendukung sendiri, Persijap diharapkan mampu menunjukkan perubahan setelah pergantian pelatih. Namun, tugas Antonio Claudio tidak akan mudah. Ia harus segera membenahi organisasi permainan, meningkatkan kepercayaan diri skuad, dan mencari formula yang tepat agar Persijap mampu kembali meraih poin.
Dengan empat kekalahan beruntun dan dua kali pergantian pelatih kepala dalam lima pekan pertama, tekanan terhadap Persijap Jepara semakin besar. Pertandingan melawan Isenmulang Kalteng FC pun menjadi momentum penting untuk membuktikan bahwa perubahan di kursi pelatih dapat membawa dampak positif bagi perjalanan Laskar Kalinyamat di Super League 2026/2027.