Kakang Rudianto. (Foto: Dok. ileague.id)
Kakang Rudianto. (Foto: Dok. ileague.id)

Igor Tolic Pasang Badan untuk Kakang Rudianto, Kritik Bobotoh Jadi Sorotan

Alfa Mandalika • 13 Oktober 2026 10:37
Ringkasnya gini..
  • Pelatih Persib Bandung Igor Tolic pasang badan untuk bek muda Kakang Rudianto yang mendapat kritik dari sebagian Bobotoh saat menghadapi Dewa United Banten FC pada pekan keempat BRI Super League 2026/2027 di Stadion Si Jalak Harupat, Minggu (11/10).
  • Tolic menegaskan, dirinya sebagai pelatih harus menjadi pihak yang bertanggung jawab atas keputusan menurunkan pemain, termasuk ketika performa tim tidak sesuai harapan. Ia meminta suporter menyampaikan kritik kepadanya, bukan melampiaskannya kepada individu pemain.
  • Persib harus puas bermain imbang 2-2 melawan Dewa United. Maung Bandung sempat tertinggal melalui gol Egy Maulana Vikri dan Noah Sadaoui sebelum Balsa Sekulic dan Marc Klok membawa Persib menyamakan kedudukan.
Bandung: Pelatih Persib Bandung Igor Tolic pasang badan untuk bek muda Kakang Rudianto yang mendapat kritik dari sebagian Bobotoh saat menghadapi Dewa United Banten FC pada pekan keempat BRI Super League 2026/2027 di Stadion Si Jalak Harupat, Minggu (11/10).

Tolic menegaskan, dirinya sebagai pelatih harus menjadi pihak yang bertanggung jawab atas keputusan menurunkan pemain, termasuk ketika performa tim tidak sesuai harapan. Ia meminta suporter menyampaikan kritik kepadanya, bukan melampiaskannya kepada individu pemain.

Persib harus puas bermain imbang 2-2 melawan Dewa United. Maung Bandung sempat tertinggal melalui gol Egy Maulana Vikri dan Noah Sadaoui sebelum Balsa Sekulic dan Marc Klok membawa Persib menyamakan kedudukan.

Di tengah sorotan terhadap penampilan Kakang, Tolic tetap mempercayai bek tersebut bermain selama 90 menit. Pelatih asal Kroasia itu menilai kritik seharusnya tidak diarahkan secara berlebihan kepada seorang pemain yang sedang berjuang menjalankan tugasnya di lapangan.

"Akan selalu ada yang mengkritik. Saya sudah mengatakan bahwa jika seseorang harus dikritik, itu seharusnya saya, bukan para pemain, karena saya yang menempatkan para pemain di lapangan," kata Tolic.
 
Ia juga mengingatkan bahwa Persib menghadapi jadwal pertandingan yang padat. Selain berkompetisi di liga domestik, skuad Maung Bandung harus menjalani pertandingan di AFC Champions League Two dan ASEAN Club Championship yang menuntut kesiapan fisik serta mental.

Menurut Tolic, bermain di berbagai kompetisi dengan jeda pertandingan yang singkat bukan perkara mudah. Setiap pemain dituntut menjaga konsistensi ketika menghadapi lawan dengan karakter dan kualitas permainan yang berbeda.

"Jadi, ini bukan masalah lelah atau tidak lelah. Jadwalnya memang seperti ini. Para pemain di ruang ganti ingin tampil dengan baik. Itu tidak mudah. Anda pergi ke pertandingan Liga Champions, itu level lain. Anda pergi ke Shopee Cup, itu level lain," ujarnya.

Tolic menggambarkan beratnya tantangan yang harus dihadapi para pemain ketika harus bertanding hampir setiap tiga hari, termasuk melawan tim-tim kuat seperti Persija Jakarta dan Dewa United.

Tolic Ingatkan Kritik tidak Hanya Menyasar Kakang

Tolic menyayangkan kritik yang secara khusus ditujukan kepada Kakang. Ia menilai situasi serupa dapat dialami pemain lain apabila kritik tidak disampaikan secara proporsional.

Pelatih berusia 48 tahun itu mengatakan suporter boleh mengevaluasi taktik, rotasi, maupun keputusan pelatih. Namun, ia merasa tidak tepat apabila seorang pemain dijadikan sasaran kritik secara berlebihan.

"Untuk mengkritik Kakang atau siapa pun dalam hal ini, itu tidak normal. Seperti yang saya katakan, mengkritik pelatih, Anda bisa mengatakan taktik, rotasi, itu bukan masalah," tutur Tolic.

Ia bahkan mengingatkan bahwa pemain lain bisa saja menjadi sasaran kritik berikutnya. Karena itu, ia mengajak seluruh elemen Persib tetap menjaga kebersamaan dan memberikan dukungan kepada para pemain.

"Tetapi untuk mengkritik Kakang, itu luar biasa, itu luar biasa (ironis). Tapi itu bukan Kakang saja, seseorang akan menjadi yang berikutnya. Itu bisa jadi Marc, atau Peralta. Saya melihat semuanya," tegasnya.

Meski membela pemainnya, Tolic memahami bahwa suporter memiliki hak untuk menyampaikan pendapat setelah membeli tiket dan datang langsung ke stadion. Namun, ia berharap kritik tersebut tidak berubah menjadi tekanan verbal yang justru dapat memengaruhi kepercayaan diri pemain.

"Jadi, kita hanya perlu tetap bersama, dan sebagian besar, 99,9 persen penggemar bersama kita. Siapa yang ingin berteriak sesuatu, biarkan dia berteriak sesuatu. Dia membayar tiketnya, dia bisa mengatakan apa yang dia inginkan. Tapi itu tidak baik untuk Kakang, ya?" pungkasnya.

Pernyataan Tolic menjadi penegasan bahwa ia ingin melindungi para pemainnya dari tekanan berlebihan sekaligus menjaga soliditas tim. Di tengah jadwal kompetisi yang padat, dukungan suporter dinilai tetap penting agar Persib dapat menjaga performa dan bersaing di berbagai ajang.

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(ASM)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan