Persijap datang ke Surabaya dengan modal satu poin dari pertandingan sebelumnya. Hasil imbang 1-1 melawan Java United FC menjadi poin perdana Laskar Kalinyamat setelah melewati enam pertandingan awal musim ini dengan kekalahan.
Hasil tersebut setidaknya menjadi suntikan motivasi bagi Persijap untuk memperbaiki performa. Pasalnya, tim asal Jepara itu masih terpuruk di posisi ke-18 atau dasar klasemen sementara Super League 2026/2027.
Pelatih Persijap, Juan Cortes, menyadari bahwa menghadapi Persebaya di kandangnya bukan perkara mudah. Namun, kebutuhan untuk segera mengumpulkan poin membuat timnya bertekad memberikan perlawanan maksimal.
"Tentu saja kami tahu pertandingan nanti adalah laga yang sulit. Namun saat ini kami sangat membutuhkan poin untuk dapat memperbaiki posisi di klasemen. Kami respek dengan kekuatan tuan rumah. Kami tentu tahu bahwa Persebaya adalah tim yang bagus," kata Juan Cortes.
Persijap Siapkan Strategi Khusus Hadapi Persebaya
Meski terpaut cukup jauh di klasemen, Persijap tidak ingin datang ke Surabaya hanya untuk menjadi pelengkap pertandingan. Persebaya saat ini menempati peringkat ketujuh klasemen sementara dengan koleksi tiga kemenangan, tiga hasil imbang, dan satu kekalahan dari tujuh pertandingan.Menghadapi kekuatan Bajul Ijo, Juan Cortes meminta anak asuhnya menjalankan strategi dengan disiplin. Soliditas pertahanan, penguasaan bola, serta efektivitas dalam memanfaatkan peluang menjadi beberapa aspek yang mendapat perhatian khusus.
Menurut Cortes, Persijap harus mampu menjaga organisasi permainan agar tidak memberikan ruang bagi Persebaya untuk mengembangkan serangan.
"Melawan Persebaya, kita harus bertahan dengan rapat, harus lebih menguasai bola. Juga saat kita mendapatkan peluang, harus dimanfaatkan dengan sebaik mungkin. Terpenting adalah kita tidak boleh kebobolan seperti laga-laga sebelumnya," tegasnya.
Baca Juga :
Persebaya Wajib Sabar Hadapi Persijap
Masalah Transisi Jadi Evaluasi Persijap
Salah satu pekerjaan rumah terbesar Persijap Jepara menjelang pertandingan melawan Persebaya adalah memperbaiki koordinasi antarlini, terutama ketika melakukan transisi permainan. Juan Cortes sebelumnya mengakui bahwa timnya masih belum maksimal dalam mengatur momen transisi.Kondisi tersebut membuat organisasi pertahanan Persijap kerap kehilangan keseimbangan dan mudah ditembus lawan. Karena itu, pembenahan permainan terus dilakukan agar kesalahan serupa tidak kembali terulang saat menghadapi Persebaya.
Cortes menyadari proses perbaikan membutuhkan waktu. Namun, ia berharap para pemain mampu menerjemahkan instruksi dan game plan yang telah disiapkan ke dalam pertandingan.
"Kami masih terus berproses untuk perbaikan permainan," ungkapnya.
4 Pemain Persijap Masih Absen
Tantangan Persijap Jepara semakin berat karena dipastikan tidak bisa tampil dengan kekuatan terbaiknya. Setidaknya ada empat pemain yang masih menjalani pemulihan akibat cedera.Keempat pemain tersebut adalah Jose Luis atau yang akrab disapa Tiri, Rakhmatso Rakhmatzoda, Tegar Infanterie, dan Raihan Apriansyah. Absennya empat pemain tersebut tentu menjadi pekerjaan tambahan bagi Juan Cortes dalam menentukan komposisi terbaik untuk menghadapi Persebaya.
"Iya, mereka masih dalam masa pemulihan cedera," ujar Cortes.
Meski kehilangan sejumlah pemain, Persijap tetap membawa ambisi untuk mendapatkan hasil positif di Stadion Gelora Bung Tomo. Bagi Laskar Kalinyamat, pertandingan melawan Persebaya bukan sekadar upaya menghentikan tren negatif, tetapi juga kesempatan untuk mulai memperbaiki posisi di klasemen Super League 2026/2027.