Skuat Timnas U-17 Indonesia edisi 2025 asuhan Nova Arianto-Dok Istimewa
Skuat Timnas U-17 Indonesia edisi 2025 asuhan Nova Arianto-Dok Istimewa

Timnas U-17 Indonesia

Timnas U-17 Indonesia Gagal Pertahankan Tren Lolos Piala Dunia

Rizki Yanuardi • 13 Mei 2026 06:33
Ringkasnya gini..
  • Indonesia gagal lolos ke perempat final Piala Asia U17, sekaligus terhentinya trend positif lolos ke Piala Dunia U-17.
  • Prestasi terbaik Timnas U-17 Indonesia di kejuaraan Asia adalah peringkat 4 (1990) dan perempat final (2018 dan 2025).
  • Keberhasilan Timnas U-17 di kejuaraan Asia turut mengantarkan Indonesia lolos ke Piala Dunia U-17 2025, setelah lolos langsung di edisi 2023 sebagai tuan rumah.

Jakarta: Kegagalan Timnas U-17 Indonesia melaju ke babak perempat final Piala Asia U-17 2026 memastikan terputusnya tren positif Garuda Muda di panggung dunia. Kekalahan dari Jepang di laga pamungkas Grup B membuat Indonesia harus mengubur mimpi tampil di Piala Dunia U-17 Qatar 2027.

Sesuai regulasi, syarat untuk mengamankan tiket Piala Dunia U-17 melalui jalur kejuaraan Asia adalah dengan menembus babak delapan besar atau perempat final. Dengan menempati posisi juru kunci di edisi kali ini, Indonesia dipastikan absen dari turnamen bergengsi tersebut.

Terputusnya Rekor Dua Edisi Beruntun

Ini menjadi catatan pahit mengingat Timnas U-17 selalu berpartisipasi dalam dua edisi Piala Dunia sebelumnya. Pertama, pada 2023, Indonesia tampil dengan status sebagai tuan rumah.

Tren positif berlanjut pada edisi 2025 di Qatar. Kala itu, tim asuhan Nova Arianto berhasil lolos secara mandiri melalui jalur kualifikasi setelah sukses menembus perempat final Piala Asia U-17 2024. Bahkan, Indonesia mencetak sejarah dengan meraih kemenangan perdana di Piala Dunia setelah menumbangkan Honduras di fase grup melalui gol Evandra Florasta dan Fadli Alberto.

Pekerjaan Rumah bagi PSSI

Namun, memori indah 2025 kini dibayangi oleh tantangan kedisiplinan pemain. Salah satu pencetak gol bersejarah saat itu, Fadli Alberto, kini tengah menjalani sanksi larangan bertanding selama tiga tahun dari PSSI akibat tindakan indisipliner fatal dalam kompetisi EPA U-20 Liga 1.

Kasus ini menjadi pengingat bagi PSSI bahwa pembangunan tim nasional tidak hanya soal teknis di lapangan, tetapi juga pembentukan mental dan karakter seluruh pemain sejak dini, apalagi pemain berlabel Timnas. Kegagalan di Piala Asia U-17 2026 ini diharapkan menjadi momentum evaluasi menyeluruh agar Indonesia bisa segera bangkit dan kembali bersaing di level tertinggi Asia maupun dunia.


 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(RIZ)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan