Gol Martinelli yang tercipta pada menit 90+5 tidak hanya memastikan kemenangan Brasil, tetapi juga mencatatkan rekor sebagai gol kemenangan paling telat dalam waktu normal di fase gugur Piala Dunia sejak 1966, berdasarkan data Opta.
Usai pertandingan, Martinelli mengaku sulit mengungkapkan perasaannya setelah menjadi penentu kemenangan negaranya.
"Saya bahkan tidak punya kata-kata untuk menggambarkan kebahagiaan yang saya rasakan saat ini. Melihat seluruh rakyat Brasil bahagia karena kami lolos, melihat keluarga saya ikut merasakan momen ini, saya benar-benar tidak bisa menjelaskan apa yang saya rasakan," ujar Martinelli.
Brasil Nyaris Tersingkir
Brasil sempat berada di ambang kejutan besar saat menghadapi Jepang di Houston, Texas.
Tim Samurai Biru tampil disiplin dan mampu membuka keunggulan pada menit ke-29 melalui Kaishu Sano, yang memanfaatkan kesalahan lini belakang Brasil untuk menaklukkan kiper Alisson Becker.
Gol tersebut membuat Brasil kesulitan mengembangkan permainan sepanjang babak pertama.
Memasuki babak kedua, pelatih Brasil melakukan sejumlah penyesuaian. Hasilnya terlihat pada menit ke-56 ketika gelandang senior Casemiro berhasil menyamakan kedudukan lewat sundulan memanfaatkan umpan Gabriel Magalhães.
Skor 1-1 membuat Brasil semakin agresif menekan pertahanan Jepang.
Martinelli Pecahkan Rekor
Menjelang berakhirnya pertandingan, Brasil terus menggempur pertahanan Jepang.Vinicius Junior hampir membawa Selecao unggul, tetapi tendangannya masih membentur tiang gawang setelah ditepis kiper Jepang, Zion Suzuki.
Saat pertandingan tampak akan berlanjut ke babak tambahan waktu, Bruno Guimarães mengirim umpan matang kepada Martinelli.
Penyerang berusia 25 tahun itu kemudian melepaskan tembakan melengkung yang bersarang di sudut gawang Jepang pada menit 90+5.
Gol tersebut langsung memicu selebrasi besar para pemain dan pendukung Brasil di stadion.
Menurut Opta, gol Martinelli menjadi gol kemenangan paling akhir yang tercipta dalam waktu normal pada fase gugur Piala Dunia sejak pencatatan statistik dimulai pada 1966.
Bangkit Setelah Performa Kurang Tajam
Martinelli mengungkapkan bahwa dirinya sempat merasa kecewa karena gagal memanfaatkan sejumlah peluang pada fase grup.Salah satu momen yang paling membekas adalah ketika tendangannya hanya membentur tiang gawang.
"Saya sempat berbicara dengan keluarga. Beberapa hari lalu tendangan saya membentur tiang. Saya yakin kesempatan itu akan datang lagi. Puji Tuhan, malam ini saya bisa mencetak gol kemenangan," kata pemain Arsenal tersebut.
Brasil Tantang Lawan Berikutnya
Kemenangan dramatis ini membawa Brasil melaju ke babak 16 besar Piala Dunia 2026.Meski berhasil lolos, penampilan Selecao menjadi pengingat bahwa mereka masih memiliki pekerjaan rumah, terutama dalam menghadapi tim-tim yang bermain disiplin seperti Jepang.
Sementara bagi Jepang, kekalahan ini menjadi akhir dari perjuangan impresif mereka di Piala Dunia 2026 setelah sempat memberikan perlawanan sengit kepada salah satu favorit juara.
*Halo sobat Medcom, buat kalian yang suka nonton bola dan nebak skor pertandingan, yuk ikutan lomba tebak skor Medcom.id yang akan hadir setiap hari dari fase grup hingga final. Nah, kita udah siapin hadiah menarik senilai jutaan rupiah buat kalian yang paling banyak menebak skor pertandingan dengan benar. So, tunggu apa lagi, yuk, daftar di sini.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda