Mantan pelatih Liverpool Jurgen Klopp. (Foto: DUSTIN SATLOFF / GETTY IMAGES NORTH AMERICA / GETTY IMAGES VIA AFP)
Mantan pelatih Liverpool Jurgen Klopp. (Foto: DUSTIN SATLOFF / GETTY IMAGES NORTH AMERICA / GETTY IMAGES VIA AFP)

Piala Dunia 2026

Klopp Bela Aturan Kontroversial Piala Dunia 2026, Sebut Jeda Minum Bermanfaat untuk Pelatih

Kautsar Halim • 25 Juni 2026 06:20
Ringkasnya gini..
  • Jurgen Klopp mendukung aturan hydration break di Piala Dunia 2026 meski banyak dikritik pemain dan suporter.
  • Klopp menilai jeda minum membantu pemain menghadapi cuaca panas sekaligus memberi kesempatan pelatih melakukan perubahan taktik.
  • Mantan pelatih Liverpool itu juga membela Thomas Tuchel setelah Inggris ditahan imbang Ghana dan meminta publik tidak bereaksi berlebihan.
Jakarta: Legenda Liverpool Jurgen Klopp memberikan pandangan berbeda terkait aturan jeda minum (hydration break) yang menuai kontroversi di Piala Dunia 2026. Di tengah kritik dari pemain dan suporter, mantan pelatih Liverpool itu justru mengaku menyukai aturan tersebut karena memberikan keuntungan bagi pemain maupun pelatih.
 
Jeda minum yang diterapkan FIFA selama turnamen di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko menjadi sorotan karena dianggap mengganggu ritme pertandingan. Banyak pihak menilai kebijakan tersebut lebih menguntungkan stasiun televisi yang dapat menayangkan iklan di tengah pertandingan.
 
Meski demikian, Klopp melihat sisi positif dari aturan tersebut, terutama bagi para pelatih yang ingin memberikan instruksi tambahan kepada pemain saat laga berlangsung.
 

Klopp: Jeda Minum Membantu Pemain dan Pelatih


Klopp menilai cuaca panas yang kerap terjadi selama turnamen membuat jeda minum tetap diperlukan demi menjaga kondisi fisik pemain. Menurut pria asal Jerman itu, aturan tersebut juga membuka peluang bagi pelatih untuk melakukan penyesuaian taktik secara langsung di tengah pertandingan.

"Cuacanya sangat panas dan itu bagus untuk para pemain. Apakah bagus untuk pelatih? Ya, saya pasti akan menyukainya saat masih melatih," ujar Klopp.
 
Meski mendukung keberadaan jeda minum, Klopp menilai durasinya masih terlalu panjang. Ia berpendapat, pemain sebenarnya tidak membutuhkan waktu lebih dari beberapa menit hanya untuk minum. Namun, jeda tersebut tetap memiliki manfaat, terutama ketika pertandingan dimainkan dalam suhu tinggi.
 

Kritik Muncul karena Ganggu Ritme Pertandingan


Aturan hydration break mendapat banyak kritik selama Piala Dunia 2026. Sejumlah pemain, termasuk kapten Belanda Virgil van Dijk, mempertanyakan urgensi jeda tersebut ketika cuaca tidak terlalu panas.
 
Banyak suporter juga menilai penghentian pertandingan selama beberapa menit dapat mengubah momentum permainan dan mengurangi intensitas pertandingan.
 
FIFA sendiri membantah tudingan bahwa aturan tersebut dibuat untuk kepentingan siaran televisi. Presiden FIFA Gianni Infantino menegaskan bahwa tujuan utama kebijakan itu adalah menjaga kesehatan dan keselamatan para pemain.
 
Namun, perdebatan terus berlanjut karena penerapannya dianggap tidak selalu sesuai dengan kondisi cuaca di setiap pertandingan.
 

Klopp Nikmati Hiburan di Stadion Saat Jeda Minum


Menariknya, Klopp mengaku tidak terlalu terganggu dengan jeda minum ketika menyaksikan pertandingan langsung di stadion.
 
Ia bahkan menikmati berbagai hiburan yang ditampilkan selama pertandingan berlangsung, termasuk atraksi cheerleader yang muncul di layar stadion saat laga digelar di Dallas.
 
Menurut Klopp, pengalaman penonton di stadion berbeda dengan mereka yang menyaksikan pertandingan dari rumah dan harus melihat tayangan iklan selama jeda berlangsung.
 
Dengan nada bercanda, pria berusia 58 tahun itu juga menyebut jeda minum menjadi kesempatan yang baik untuk pergi ke toilet.
 

Klopp Tetap Percaya pada Thomas Tuchel


Selain membahas aturan kontroversial FIFA, Klopp juga memberikan dukungan kepada pelatih timnas Inggris Thomas Tuchel. Komentar tersebut muncul setelah Inggris hanya mampu bermain imbang tanpa gol melawan Ghana dalam laga yang mendapat banyak kritik.
 
Klopp menegaskan hasil imbang tidak mengubah pandangannya terhadap kualitas Tuchel sebagai salah satu pelatih terbaik di dunia. Menurutnya setiap pelatih, termasuk yang terbaik sekalipun, pasti pernah mengalami pertandingan yang tidak berjalan sesuai rencana.
 
Klopp melanjutkan, media-media Inggris kerap bereaksi berlebihan terhadap satu hasil pertandingan. Karena itu, ia meminta semua pihak tetap tenang dan tidak terburu-buru menghakimi Tuchel.
 

Klopp Santai Soal Isu Kembali Melatih


Dalam kesempatan yang sama, Klopp juga meredam spekulasi mengenai kemungkinan dirinya kembali ke dunia kepelatihan dalam waktu dekat. Mantan pelatih Borussia Dortmund dan Liverpool itu memilih menikmati perannya saat ini, termasuk menjadi analis pertandingan selama Piala Dunia 2026.
 
Beberapa hari sebelumnya, Klopp sempat bertemu Lionel Messi dan menerima jersey Alexis Mac Allister setelah bekerja sebagai pundit pada laga Argentina melawan Austria. (Liverpool.com)
 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(KAH)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan