Striker Timnas DR Kongo, Yoane Wissa. (Foto: ALEX SLITZ / GETTY IMAGES NORTH AMERICA / GETTY IMAGES VIA AFP)
Striker Timnas DR Kongo, Yoane Wissa. (Foto: ALEX SLITZ / GETTY IMAGES NORTH AMERICA / GETTY IMAGES VIA AFP)

Piala Dunia 2026

Kisah Yoane Wissa: Korban Serangan Air Keras yang Jadi Pahlawan DR Kongo di Piala Dunia 2026

Kautsar Halim • 18 Juni 2026 15:10
Ringkasnya gini..
  • Yoane Wissa mencetak gol penyeimbang saat DR Kongo menahan Portugal 1-1 dan mengakhiri puasa gol negaranya di Piala Dunia selama 52 tahun.
  • Pada 2021, Wissa menjadi korban serangan air keras yang hampir membuatnya kehilangan penglihatan dan mengancam karier sepak bolanya.
  • Setelah bangkit bersama Brentford dan kemudian Newcastle United, Wissa kini dikenang sebagai pahlawan DR Kongo di Piala Dunia 2026.
Jakarta: Nama Yoane Wissa menjadi perbincangan global setelah mencetak gol bersejarah yang membantu DR Kongo menahan imbang Portugal 1-1 pada laga pembuka Grup K Piala Dunia 2026, Kamis 18 Juni dini hari WIB.
 
Gol sundulan Wissa tidak hanya memberi satu poin berharga bagi negaranya, tetapi juga mengakhiri penantian 52 tahun DR Kongo untuk kembali mencetak gol di Piala Dunia.
 
Namun, di balik gol bersejarah tersebut, tersimpan kisah kelam yang nyaris mengakhiri karier Wissa. Kurang dari lima tahun lalu, ia menjadi korban serangan air keras yang hampir membuatnya kehilangan penglihatan.
 

Gol Bersejarah yang Mengejutkan Portugal


Portugal sempat berada di atas angin setelah Joao Neves membawa tim asuhan Roberto Martinez unggul lebih dulu pada awal pertandingan.

Namun, DR Kongo menolak menyerah. Wakil Afrika itu terus memberikan perlawanan hingga akhirnya menyamakan kedudukan melalui sundulan akurat Wissa pada babak kedua.
 
Gol tersebut menjadi salah satu momen paling bersejarah bagi sepak bola DR Kongo. Selain memastikan hasil imbang melawan salah satu unggulan turnamen, kontribusi itu juga mengakhiri penantian 52 tahun DR Kongo untuk kembali mencetak gol di Piala Dunia sejak 1974.
 
Penampilan impresif Wissa langsung mendapat pujian dari berbagai kalangan. Namun, tidak banyak yang mengetahui bahwa sang penyerang pernah menghadapi tragedi yang nyaris mengubah hidupnya selamanya.
 

Diserang Air Keras oleh Perempuan yang Mengaku Penggemar


Pada 2021, beberapa hari sebelum menyelesaikan kepindahannya dari Lorient ke Brentford, Wissa menjadi korban serangan air keras di rumahnya di Prancis.
 
Pelaku yang kemudian diidentifikasi bernama Laetitia P diketahui berpura-pura menjadi penggemar sebelum melemparkan cairan berbahaya ke wajah pemain tersebut.
 
Dalam insiden yang mengejutkan itu, pelaku juga dilaporkan sempat berusaha menculik putri Wissa sebelum akhirnya berhasil diamankan aparat.
 
Kasus tersebut kemudian berlanjut ke pengadilan dan pelaku dijatuhi hukuman 18 tahun penjara.
 
Serangan itu sempat memunculkan kekhawatiran besar mengenai masa depan karier Wissa. Selain mengalami luka serius pada wajah dan mata, ia juga terancam kehilangan kesempatan melanjutkan kariernya di Liga Primer Inggris.
 

Trauma dan Operasi Mata Seumur Hidup


Dalam kesaksiannya di pengadilan, Wissa menggambarkan momen mengerikan yang dialaminya saat serangan terjadi.
 
"Saya membuka pintu, lalu cairan dilemparkan ke wajah saya. Saya berteriak dan tidak bisa bernapas. Istri saya menghubungi layanan darurat dan mereka meminta saya segera membilas mata dengan air. Di rumah sakit, dokter mengatakan mata saya mengalami luka bakar," ungkap Wissa.
 
Ia harus menjalani perawatan intensif dengan proses pembersihan mata setiap jam demi mencegah kerusakan permanen. Trauma psikologis juga menghantuinya dalam waktu yang lama.
 
"Saya mengalami mimpi buruk. Sejak saat itu saya panik setiap kali mendengar suara yang tidak biasa. Satu-satunya hal yang membuat saya bertahan adalah mengetahui anak-anak saya selamat," lanjutnya.
 
Wissa kemudian menjalani operasi pada kedua matanya. Hingga kini, ia masih harus menggunakan obat tetes mata secara rutin seumur hidup.
 
"Dokter mengatakan jika saya tidak mendapatkan penanganan secepat itu, konsekuensinya akan jauh lebih buruk," katanya.
 

Bangkit dan Bersinar di Brentford hingga Pindah ke Newcastle


Meski menghadapi trauma fisik dan mental yang berat, Wissa tidak menyerah. Pada musim panas 2021, ia tetap menyelesaikan transfernya ke Brentford dan perlahan membangun kembali kariernya di Liga Primer Inggris.
 
Keputusan tersebut terbukti tepat. Bersama Brentford, Wissa berkembang menjadi salah satu penyerang paling konsisten di klub.
 
Selama empat musim, ia mencatatkan 149 penampilan dan mencetak 49 gol di semua kompetisi. Performa impresif itu membuat namanya semakin diperhitungkan di sepak bola Inggris.
 
Penampilan apiknya kemudian mengantarkannya bergabung dengan Newcastle United dalam transfer bernilai besar.
 

Dari Korban Menjadi Pahlawan Nasional


Kini, kisah Wissa bukan lagi tentang tragedi yang hampir merenggut penglihatannya. Di Piala Dunia 2026, penyerang berusia 29 tahun itu berhasil menulis babak baru yang jauh lebih indah. Golnya ke gawang Portugal tidak hanya menyelamatkan DR Kongo dari kekalahan, tetapi juga mengukir namanya dalam sejarah.
 
Dari seorang korban serangan air keras yang hampir kehilangan masa depan, Wissa menjelma menjadi pahlawan nasional yang membawa harapan baru bagi DR Kongo di panggung sepak bola terbesar dunia. (ndtv.com)
 
*Halo sobat Medcom, buat kalian yang suka nonton bola dan nebak skor pertandingan, yuk ikutan lomba tebak skor Medcom.id yang akan hadir setiap hari dari fase grup hingga final. Nah, kita udah siapin hadiah menarik senilai jutaan rupiah buat kalian yang paling banyak menebak skor pertandingan dengan benar. So, tunggu apa lagi, yuk, daftar di sini.
 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(KAH)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan