Absennya Kubo menjadi kerugian besar bagi Jepang. Gelandang serang milik Real Sociedad itu dikenal sebagai salah satu pemain paling kreatif di skuad Hajime Moriyasu dan kerap menjadi pembeda saat menghadapi tim-tim kuat.
Kubo Belum Pulih dari Cedera
Kubo mengalami cedera saat Jepang bermain imbang 2-2 melawan Belanda pada pertandingan sebelumnya. Setelah ditarik keluar dalam laga tersebut, pemain berusia 25 tahun itu juga tidak dimainkan ketika Jepang menghadapi Tunisia dan Swedia.
Selama dua pertandingan itu, Kubo tetap berada di markas tim di Nashville, sementara rekan-rekannya bertanding di Monterrey, Meksiko, dan Arlington, Texas.
Berdasarkan laporan ESPN (Entertainment and Sports Programming Network), Kubo telah menjalani program latihan individu untuk memulihkan kondisinya. Namun, dalam 15 menit sesi latihan yang terbuka bagi media pada Minggu, ia masih terlihat berlatih terpisah dari skuad utama dan belum menunjukkan kondisi yang benar-benar nyaman saat menjalani latihan kelincahan.
Moriyasu Pastikan Kubo Absen
Pelatih Jepang Hajime Moriyasu memastikan Kubo belum siap kembali merumput saat menghadapi Brasil.
"Dia masih hanya melakukan latihan lari dan latihan individu, jadi dia tidak akan bermain dalam pertandingan melawan Brasil," kata Moriyasu dikutip dari ESPN.
Moriyasu berharap pemain andalannya tersebut segera pulih agar dapat kembali memperkuat Samurai Blue apabila Jepang melangkah lebih jauh di turnamen.
"Kami sangat berharap dia cepat pulih, dan dia juga berharap demikian."
Jepang Akui Brasil Lebih Diunggulkan
Moriyasu mengakui pertandingan melawan Brasil akan jauh berbeda karena taruhannya lebih besar. Saat ditanya apakah Jepang masih layak disebut sebagai tim yang tidak diunggulkan meski menargetkan gelar juara dunia, ia mengakui kualitas Brasil masih berada di atas timnya.
"Di dunia, Brasil berada di peringkat teratas sementara Jepang tidak berada di peringkat setinggi itu, begitulah kenyataannya."
Meski demikian, Moriyasu menegaskan target Jepang untuk menjadi juara dunia tidak berubah.
"Kami bertujuan untuk memenangkan Piala Dunia, tetapi kami belum pernah mencapai level itu sebelumnya. Tentu saja, beberapa orang melihat kami dan merasa kami telah bermain dengan baik."
Ia menilai setiap kesempatan baru selalu memberikan harapan bagi timnya untuk menciptakan kejutan.
"Ketika kita melihat ke masa depan, tentu saja setiap kesempatan baru memberi kemungkinan untuk percaya bahwa kita bisa menang. Tapi kami benar-benar percaya bahwa kami memiliki kesempatan itu. Itulah yang kami perjuangkan."
Jepang Ingin Ciptakan Sejarah
Moriyasu kembali menegaskan Brasil memang layak menjadi favorit, tetapi Jepang tidak akan gentar menghadapi tantangan tersebut.
"Brasil selalu menjadi tim unggulan. Mereka memiliki peluang yang sangat bagus untuk menang. Beberapa orang akan mengatakan Jepang adalah tim yang tidak diunggulkan. Kami akan bermain dengan mengingat hal itu."
Menurutnya, rasa hormat terhadap lawan tidak mengurangi ambisi Jepang untuk membuat sejarah baru di Piala Dunia.
"Kami akan menghormati lawan, tetapi seperti tahun lalu kami tidak diberi kesempatan untuk menang. Kesempatan untuk menang ini kami dapat mengubah sejarah."
Moriyasu berharap para pemainnya mampu menampilkan performa terbaik saat dunia menyaksikan perjuangan Samurai Blue.
"Kami berharap bisa bermain dengan cara yang sama di pertandingan babak 32 besar ini. Dunia sedang memperhatikan kami."
Jika berhasil menciptakan keajaiban dengan menyingkirkan Brasil, Jepang akan melaju ke babak 16 besar dan menghadapi pemenang laga Pantai Gading kontra Norwegia. Pertandingan tersebut dijadwalkan berlangsung di Stadion New York New Jersey pada 5 Juli 2026 dengan tiket menuju babak perempat final menjadi taruhannya.
*Halo sobat Medcom, buat kalian yang suka nonton bola dan nebak skor pertandingan, yuk ikutan lomba tebak skor Medcom.id yang akan hadir setiap hari dari fase grup hingga final. Nah, kita udah siapin hadiah menarik senilai jutaan rupiah buat kalian yang paling banyak menebak skor pertandingan dengan benar. So, tunggu apa lagi, yuk, daftar di sini.
(Muhammad Zaidan Rizky)
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda