Timnas Indonesia gagal di Piala AFF 2026, Bung Kesit soroti kelemahan John Herdman. (Dok. Persija)
Timnas Indonesia gagal di Piala AFF 2026, Bung Kesit soroti kelemahan John Herdman. (Dok. Persija)

Pengamat Soroti Kelemahan John Herdman usai Timnas Indonesia Gagal di Piala AFF 2026

Kautsar Halim • 08 Agustus 2026 14:07
Ringkasnya gini..
  • Pengamat sepak bola Kesit B. Handoyo menilai John Herdman belum menemukan formasi ideal dan kedalaman skuad yang solid untuk Timnas Indonesia.
  • Kesit juga menyoroti minimnya plan B Herdman ketika strategi utama tidak berjalan. Menurutnya, kualitas pemain pelapis masih menjadi persoalan.
  • Meski kecewa dengan kegagalan di Piala AFF 2026, Kesit meminta publik tidak terburu-buru menilai masa depan Herdman. FIFA ASEAN Cup dapat menjadi ujian berikutnya.
Jakarta: Pengamat sepak bola nasional Kesit B. Handoyo mengungkap sejumlah evaluasi setelah Timnas Indonesia gagal melaju dari fase grup Piala AFF 2026. Menurut Kesit, kegagalan tersebut memperlihatkan sejumlah kelemahan mendasar Skuad Garuda di bawah asuhan John Herdman.
 
Kesit B. Handoyo, yang akrab disapa Bung Kesit, menilai Herdman belum menemukan formasi dan komposisi pemain ideal untuk Timnas Indonesia.
 
Perubahan taktik serta rotasi pemain yang cukup masif dari laga melawan Kamboja, Timor Leste, Vietnam, hingga Singapura menunjukkan bahwa Herdman belum memiliki kerangka tim yang konsisten, terutama ketika sejumlah pemain utama absen.

“John Herdman belum menemukan formasi yang ideal ketika pemain-pemain seperti Jay Idzes, Kevin Diks, Oleh Romeny, dan Justin Hubner itu tidak ada. Kualitas pemain pelapis belum bisa menyamai pemain utama, jadi Herdman seperti masih coba-coba,” kata Bung Kesit saat dihubungi Medcom.id, Sabtu (8/8/2026).
 

Herdman Tidak Punya Plan B


Di samping persoalan kedalaman skuad, Bung Kesit juga menyoroti pola permainan yang diterapkan John Herdman. Menurutnya, skema permainan satu-dua sentuhan dengan Thom Haye sebagai kreator serangan di lini tengah sebenarnya telah berjalan sesuai rencana.
 
Namun, masalah muncul ketika para pemain pelapis tidak mampu menjalankan instruksi taktis tersebut secara optimal. Selain itu, jajaran pelatih dinilai belum memiliki skema alternatif yang dapat digunakan ketika strategi utama tidak berjalan efektif.
 
“Sebagus apa pun strategi, ketika sebagian pemain tidak bisa menjalankan keinginan pelatih, pasti tidak berjalan mulus. Herdman hanya menyiapkan satu pola, ketika buntu, plan B belum terlihat,” tegasnya.
 

Tentang Lolos ke Piala Dunia 2030


Bung Kesit mengimbau publik agar tidak terburu-buru menjadi pesimis terhadap peluang Timnas Indonesia lolos ke Piala Dunia 2030. Menurutnya, PSSI perlu memberikan ruang bagi John Herdman untuk menjalani proses evaluasi secara bertahap.
 
“Terlalu pagi untuk menentukan nasib pelatih sekarang. Kita gagal di AFF itu mengecewakan, tapi karena ada target lebih besar yang ingin dituju, biarkan tim ini berproses sambil dilakukan evaluasi,” jelas Kesit.
 
Ujian berikutnya terhadap perkembangan taktik Herdman akan hadir pada ajang FIFA ASEAN Cup. Kesit menilai turnamen tersebut dapat menjadi tolok ukur penting untuk melihat sejauh mana perbaikan Skuad Garuda setelah kegagalan di Piala AFF 2026.
 
“Jika di FIFA ASEAN Cup tidak ada perkembangan signifikan, PSSI harus mulai berpikir apakah Herdman bisa dipertahankan,” pungkasnya.
 
(Ahmad Raul)
 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(KAH)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan