Suasana laga timnas Singapura vs Indonesia. (Foto: Instagram @fasingapore)
Suasana laga timnas Singapura vs Indonesia. (Foto: Instagram @fasingapore)

Piala AFF 2026

8 Catatan Menarik Usai Singapura Imbangi Indonesia di Piala AFF 2026

Kautsar Halim • 07 Agustus 2026 23:40
Ringkasnya gini..
  • Indonesia memperpanjang penantian gelar Piala AFF setelah tersingkir di fase grup 2026. Garuda masih memegang rekor enam kali runner-up tanpa pernah menjadi juara.
  • Tujuh poin menjadi jumlah poin terbanyak Indonesia ketika gagal lolos dari fase grup Piala AFF, sekaligus menandai kegagalan fase grup dua edisi beruntun setelah 2024.
  • Singapura mencatat fase grup tanpa kekalahan dan menjaga rekor sempurna empat final, empat gelar setelah mengamankan tiket semifinal Piala AFF 2026.
Singapura: Timnas Indonesia dipastikan tersingkir dari Piala AFF 2026 atau ASEAN Hyundai Cup 2026 setelah ditahan Singapura 1-1 pada laga terakhir Grup A di Stadion Jalan Besar, Jumat (7/8/2026).
 
Garuda sebenarnya sempat berada di posisi lolos ketika Ragnar Oratmangoen membuka skor pada menit ke-47. Namun, Ilhan Fandi menyamakan kedudukan pada menit ke-66. Skor 1-1 bertahan hingga laga selesai.
 
Singapura akhirnya menutup Grup A sebagai runner-up dengan delapan poin. Indonesia berada tepat di bawahnya dengan tujuh poin. Vietnam menjadi juara grup dengan 10 poin. Singapura pun melaju ke semifinal, sedangkan perjalanan Indonesia berakhir. 

Di balik hasil tersebut, muncul sejumlah catatan historis. Ada rekor yang menguntungkan Singapura, tetapi ada pula catatan yang semakin menegaskan peliknya hubungan Indonesia dengan Piala AFF.
 
Berikut kumpulan catatan menarik setelah Singapura imbangi Indonesia 1-1 di Piala AFF 2026.
 

1. Indonesia Perpanjang Catatan Gagal Juara


Piala AFF 2026 menjadi edisi spesial karena menandai 30 tahun ASEAN Championship sejak turnamen pertama digelar pada 1996.
 
Sayangnya, ulang tahun ke-30 turnamen justru kembali menghadirkan cerita lama bagi Indonesia. Garuda belum juga berhasil mengangkat trofi.
 
Sebelum Piala AFF 2026 dimulai, Indonesia tercatat telah mengikuti 15 edisi turnamen tanpa sekali pun menjadi juara. Tersingkirnya Garuda pada 2026 membuat penantian tersebut berlanjut setelah edisi ke-16 turnamen. 
 
Lebih menyakitkan lagi, Indonesia bukan negara yang jarang bersaing di papan atas Asia Tenggara. Garuda berkali-kali mendekati gelar, tetapi selalu gagal menyelesaikan langkah terakhir.
 
Hasil di Singapura memastikan Indonesia harus menunggu setidaknya dua tahun lagi untuk mencoba meraih gelar ASEAN pertamanya. Situs resmi ASEAN United FC juga menegaskan bahwa penantian Indonesia akan berlanjut setidaknya hingga edisi berikutnya. 
 

2. Rekor Enam Kali Runner-up Indonesia Belum Terpecahkan


Indonesia masih memegang salah satu rekor yang paling tidak diinginkan dalam sejarah Piala AFF. Garuda merupakan tim dengan jumlah runner-up terbanyak tanpa pernah menjadi juara.
 
Indonesia enam kali mencapai final, yakni pada 2000, 2002, 2004, 2010, 2016, dan 2020. Semua kesempatan tersebut berakhir tanpa trofi. Tidak ada negara lain yang mempunyai rekor serupa.
 
Indonesia bahkan pernah finis sebagai runner-up dalam tiga edisi beruntun pada 2000, 2002, dan 2004.
 
Piala AFF 2026 sempat menjadi kesempatan untuk memulai jalan menuju final ketujuh. Namun, target tersebut sudah terhenti sebelum babak semifinal.
 
Artinya, rekor enam kali runner-up tanpa gelar masih melekat setidaknya sampai turnamen berikutnya.
 

3. Indonesia Gagal Lolos Fase Grup Dua Edisi Beruntun


Catatan lain yang muncul adalah kegagalan Indonesia menembus semifinal dalam dua edisi Piala AFF secara berturut-turut.
 
Pada Piala AFF 2024, Garuda juga berhenti di fase grup. Indonesia saat itu menutup perjalanan setelah kalah 0-1 dari Filipina pada pertandingan terakhir Grup B. 
 
Dua tahun kemudian, kejadian serupa terulang.
 
Bedanya, Indonesia tidak kalah pada pertandingan penentuan 2026. Hasil imbang melawan Singapura tetap tidak cukup karena Garuda membutuhkan kemenangan.
 
Ini bukan kali pertama Indonesia mengalami dua kegagalan fase grup secara beruntun.
 
Situasi serupa pernah terjadi pada Piala AFF 2012 dan 2014. Indonesia mengoleksi empat poin pada 2012 dan kembali mendapatkan empat poin pada 2014, tetapi gagal mencapai semifinal pada kedua edisi. 
 
Dengan demikian, periode 2024-2026 menjadi kali kedua Indonesia mengalami dua kegagalan fase grup berturut-turut dalam sejarah Piala AFF.
 

4. Indonesia Gagal Lolos Meski Punya 7 Poin


Ada satu statistik yang membuat kegagalan Indonesia pada 2026 terasa semakin menarik. Tujuh poin merupakan jumlah poin terbanyak yang pernah dikumpulkan Indonesia dalam satu edisi Piala AFF ketika akhirnya gagal lolos dari fase grup.
 
Pada 2007, Indonesia tersingkir meski mengumpulkan lima poin. Saat itu Indonesia, Singapura, dan Vietnam sama-sama memiliki lima poin, tetapi Garuda kalah dalam perhitungan klasemen. 
 
Pada 2012 dan 2014, Indonesia sama-sama hanya mengoleksi empat poin ketika gagal melaju. 
 
Catatan empat poin kembali terjadi pada 2018. Indonesia hanya membukukan satu kemenangan, satu imbang, dan dua kekalahan. 
 
Pada 2024, Indonesia juga mengakhiri fase grup dengan empat poin setelah menang atas Myanmar, imbang dengan Laos, lalu kalah dari Vietnam dan Filipina. 
 
Kini Garuda mengumpulkan tujuh poin pada 2026. Jumlahnya jauh lebih tinggi, tetapi tetap belum cukup. Masalahnya sederhana. Singapura sukses mengumpulkan delapan poin.
 

5. Singapura Masih Unggul Rekor Pertemuan di Piala AFF


Hasil 1-1 juga memperpanjang sejarah panjang pertemuan Indonesia dan Singapura di Piala AFF. Jika hanya menghitung pertandingan ASEAN Championship sejak 1998 hingga laga 2026, kedua negara telah bertemu 12 kali.
 
Catatannya masih berpihak kepada Singapura. Lions mengoleksi lima kemenangan, Indonesia meraih tiga kemenangan, sedangkan empat pertandingan berakhir imbang. 
 
Data pertandingan historis mencakup duel sejak 1998, dua leg final 2004, hingga semifinal dramatis 2021. Laga 2026 menambah satu hasil imbang ke dalam catatan tersebut. 
 
Salah satu pertemuan paling menyakitkan bagi Indonesia tentu terjadi pada final 2004. Singapura memenangkan dua leg final dengan agregat 5-2 dan meraih gelar keduanya. 
 
Namun, duel terbaru menunjukkan tren yang sedikit berbeda.
 

6. Indonesia Catat Rekor Unbeaten Terpanjang atas Singapura di Piala AFF


Meski tersingkir, Indonesia justru memperpanjang satu rekor positif dalam pertemuan dengan Singapura. Garuda kini tidak terkalahkan dalam tiga pertandingan terakhir melawan Singapura di Piala AFF.
 
Rentetannya dimulai pada semifinal Piala AFF 2020 yang dimainkan pada Desember 2021.
 
Indonesia bermain imbang 1-1 pada leg pertama, kemudian menang 4-2 setelah perpanjangan waktu pada leg kedua untuk lolos dengan agregat 5-3. 
 
Setelah kedua tim tidak bertemu pada edisi 2022 dan 2024, Indonesia kembali berhadapan dengan Singapura pada 2026. Hasilnya kembali 1-1.
 
Rangkaian tiga laga tersebut menjadi rentetan tak terkalahkan terpanjang Indonesia atas Singapura dalam sejarah pertemuan mereka di Piala AFF.
 
Sebelumnya, catatan terbaik Garuda hanya dua pertandingan tanpa kekalahan, ketika Indonesia menang 1-0 pada 2012 dan 2-1 pada 2016 sebelum kalah 0-1 pada 2018.
 
Ironisnya, rekor positif tersebut tidak menghasilkan tiket semifinal pada 2026.
 

7. Untuk Pertama Kalinya, Singapura Lolos tanpa Kalah


Bagi Singapura, hasil imbang melawan Indonesia menyempurnakan satu pencapaian penting. Lions mengakhiri Grup A Piala AFF 2026 tanpa satu pun kekalahan.
 
Singapura mencatat dua kemenangan dan dua hasil imbang untuk mengumpulkan delapan poin. Catatan itu terasa lebih spesial jika melihat format kompetisi.
 
AFF mulai menggunakan format grup lima tim dengan masing-masing negara memainkan dua laga kandang dan dua laga tandang pada edisi 2018.
 
Sejak format tersebut diterapkan, Singapura selalu setidaknya mengalami satu kekalahan pada fase grup.
 
Pada 2018, mereka kalah dua kali dan mengoleksi enam poin. Pada edisi 2020, Singapura melaju ke semifinal tetapi kalah dari Thailand pada fase grup. Pada 2022 mereka kalah dari Malaysia di pertandingan terakhir. Pada 2024, Lions kembali mengalami kekalahan, kali ini dari Thailand. 
 
Baru pada 2026, Singapura berhasil melewati empat pertandingan fase grup tanpa kekalahan sejak format tersebut diperkenalkan. Dua hasil seri mereka juga datang ketika melawan dua pesaing terberat Grup A, yakni Vietnam dan Indonesia.
 

8. Singapura Punya Rekor Sempurna: Empat Final, Empat Gelar


Keberhasilan lolos ke semifinal membuat satu rekor luar biasa milik Singapura kembali relevan. Lions punya catatan sempurna setiap kali mencapai final Piala AFF.
 
Empat kali masuk final, empat kali pula Singapura menjadi juara. Singapura mencapai tiga final pertamanya pada 1998, 2004, dan 2007, serta memenangkan semuanya. 
 
Ketika kembali menembus final pada 2012, mereka kembali keluar sebagai kampiun. AFF bahkan mencatat sebelum final 2012 bahwa Singapura selalu menjadi juara dalam setiap penampilan final sebelumnya. 
 
Empat gelar tersebut membuat Singapura menjadi negara tersukses kedua dalam sejarah ASEAN Championship di belakang Thailand yang memiliki tujuh trofi. 
 
Kini peluang menuju final kelima kembali terbuka. Singapura sudah berada di semifinal Piala AFF 2026 setelah finis sebagai runner-up Grup A. Mereka akan menghadapi juara Grup B dalam dua leg semifinal. 
 
Jika mampu menembus final, satu pertanyaan menarik akan muncul. Bisakah Singapura mempertahankan rekor sempurna tersebut menjadi lima final dan lima gelar?
 
Bagi Indonesia, pertanyaannya justru berbeda. Setelah 30 tahun, 16 edisi, dan enam kali menjadi runner-up, kapan Garuda bisa mengakhiri penantian?
 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(KAH)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan