Keputusan itu diumumkan manajemen Feyenoord usai melakukan evaluasi menyeluruh terhadap performa tim sepanjang musim 2025/2026. Meski berhasil mengamankan tiket Liga Champions musim depan, Van Persie dinilai gagal memenuhi ekspektasi klub karena tidak mampu mempersembahkan gelar juara.
Pelatih 42 tahun itu kembali ke klub masa kecilnya pada Februari 2025 setelah sebelumnya menangani tim akademi Feyenoord. Namun, perjalanan kepelatihannya bersama tim utama harus berakhir lebih cepat dari yang diharapkan.
Selama memimpin Feyenoord, Van Persie mencatatkan 30 kemenangan dan 19 kekalahan dalam 58 pertandingan di berbagai kompetisi.
Feyenoord Soroti Penurunan Performa Tim
Direktur Teknik Feyenoord, Devy Rigaux, menjelaskan bahwa keputusan tersebut diambil setelah klub melihat adanya tren penurunan performa, baik di kompetisi domestik maupun Eropa.
"Kami telah melakukan analisis internal secara menyeluruh. Kami meninjau perkembangan permainan tim dan tren penurunan perolehan poin, baik di kompetisi Eropa maupun Eredivisie," ujar Rigaux.
"Kesimpulannya, akan lebih baik bagi klub untuk memulai musim depan dengan pelatih kepala yang baru," sambungnya.
Meski demikian, Feyenoord tetap memberikan apresiasi atas kontribusi Van Persie selama menukangi klub.
Menurut Rigaux, mantan kapten Timnas Belanda itu berhasil membawa Feyenoord finis di posisi kedua liga dan memastikan tempat di Liga Champions musim depan.
"Robin telah memberikan segalanya untuk klub selama satu setengah tahun terakhir. Ia layak mendapatkan kredit karena mampu menutup musim yang sulit dengan finis di posisi kedua," katanya.
Sempat Beri Kesempatan Raheem Sterling
Van Persie juga sempat menjadi sorotan pada musim lalu ketika memberikan kesempatan kepada mantan bintang Timnas Inggris, Raheem Sterling, untuk menghidupkan kembali kariernya.Namun, keputusan tersebut tidak membuahkan hasil maksimal dan menjadi salah satu kebijakan yang banyak diperdebatkan sepanjang musim.
Legenda Arsenal dan Manchester United
Sebagai pemain, Van Persie dikenal sebagai salah satu penyerang terbaik generasinya. Ia bersinar bersama Arsenal sejak 2004 sebelum bergabung dengan Manchester United pada 2012.Bersama Manchester United, Van Persie langsung membawa Setan Merah meraih gelar Liga Primer Inggris pada musim pertamanya di bawah asuhan Sir Alex Ferguson.
Kini, setelah dipecat Feyenoord, Van Persie diperkirakan akan mengevaluasi berbagai opsi kariernya sebelum menentukan langkah berikutnya di dunia kepelatihan.
Pemecatan ini sekaligus menandai berakhirnya babak pertama perjalanan kepelatihan Van Persie di level elite, setelah sebelumnya digadang-gadang sebagai salah satu pelatih muda paling menjanjikan di Belanda.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News