Dalam pernyataannya, Kurniawan menegaskan bahwa dirinya sebagai pelatih kepala tidak akan lari dari tanggung jawab atas kegagalan Timnas Indonesia U-17 mencapai target yang diharapkan publik.
Seperti diketahui, Indonesia takluk dari Jepang dengan kedudukan 1-3 pada laga terakhir Grup B. Hasil itu membuat kans Indonesia ke perempat final sirna.
“Atas nama pribadi dan juga sebagai head coach penanggung jawab di tim ini, saya mohon maaf atas kegagalan ini,” ujar Kurniawan usai laga.
Meski kecewa dengan hasil akhir, legenda sepak bola Indonesia itu tetap memberikan apresiasi kepada seluruh elemen tim yang telah bekerja keras selama persiapan hingga pertandingan berlangsung.
“Tapi, saya tetap berterima kasih kepada semua staf yang ada di belakang tim dan juga terima kasih atas kerja keras para pemain,” lanjutnya.
Kurniawan juga meminta para pemain muda Garuda tidak larut dalam kekecewaan. Menurutnya, kegagalan di level usia muda bukanlah akhir dari perjalanan karier seorang pesepak bola.
Ia menilai para pemain Timnas Indonesia U-17 masih memiliki masa depan panjang untuk berkembang menjadi pemain profesional dan berprestasi di level yang lebih tinggi.
“Karier mereka masih panjang, saya berharap mereka tumbuh berkembang dan menjadi pemain yang akhirnya bisa berprestasi ke depannya,” kata Kurniawan.
Pelatih 49 tahun itu berharap pengalaman pahit kali ini bisa menjadi pelajaran penting bagi para pemain untuk terus berkembang dan memiliki mental lebih kuat dalam menghadapi tekanan kompetisi internasional.
“Ini bukan akhir segalanya. Terus berlatih dan terus menjadi pemain profesional sejati,” ucapnya.
Lebih lanjut, Kurniawan berharap para pemain muda Indonesia tersebut suatu saat mampu menembus level tim nasional kelompok umur lainnya hingga akhirnya tampil bersama tim senior Indonesia.
“Berharap mereka bisa tampil di tim nasional di level-level berikutnya dan pada akhirnya bisa bermain di level timnas senior,” tutupnya.
Kegagalan Timnas Indonesia U-17 kali ini tentu menjadi evaluasi penting bagi proses pembinaan usia muda sepak bola nasional. Meski demikian, semangat dan potensi para pemain muda Garuda tetap menjadi harapan besar untuk masa depan sepak bola Indonesia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News