Para pemain Norwegia merayakan kemenangan setelah memenangkan pertandingan babak 16 besar Piala Dunia 2026 antara Brasil dan Norwegia di Stadion New York/New Jersey di East Rutherford pada 5 Juli 2026. (Foto oleh Jewel SAMAD / AFP) Konten terkait
Para pemain Norwegia merayakan kemenangan setelah memenangkan pertandingan babak 16 besar Piala Dunia 2026 antara Brasil dan Norwegia di Stadion New York/New Jersey di East Rutherford pada 5 Juli 2026. (Foto oleh Jewel SAMAD / AFP) Konten terkait

Piala Dunia 2026

Cocokologi Kutukan Jepang, Norwegia Calon Juara Piala Dunia 2026?

Alfa Mandalika • 09 Juli 2026 12:03
Ringkasnya gini..
  • Kutukan Jepang kembali menjadi perbincangan setelah Norwegia menyingkirkan Brasil di babak 16 besar Piala Dunia 2026.
  • Dalam empat edisi Piala Dunia sebelumnya, tim yang mengalahkan Jepang selalu disingkirkan oleh tim yang akhirnya menjadi juara.
  • Meski hanya cocokologi, pola tersebut membuat Norwegia mulai disebut-sebut sebagai kandidat juara dunia tahun ini.
Jakarta: Sebuah teori unik yang dikenal sebagai "kutukan Jepang" kembali menjadi perbincangan di kalangan penggemar sepak bola dunia setelah Norwegia berhasil mengalahkan Brasil dan memastikan langkah ke babak perempat final Piala Dunia 2026.
 
Pasalnya, berdasarkan pola yang terjadi dalam empat edisi Piala Dunia terakhir, tim yang mengalahkan Jepang di fase gugur selalu gagal menjadi juara dan justru disingkirkan oleh tim yang akhirnya menjadi juara.
 
Meski hanya sebatas cocokologi dan tidak memiliki dasar ilmiah, pola tersebut menarik perhatian karena selalu terjadi sejak Piala Dunia 2002. Kini, Norwegia disebut-sebut berpotensi menjadi penerus tren tersebut setelah menyingkirkan Brasil, tim yang sebelumnya mengalahkan Jepang di babak 32 besar.
 

Awal Mula Fenomena Kutukan Jepang

 
Fenomena itu pertama kali terjadi pada Piala Dunia 2002. Turki menyingkirkan Jepang pada babak 16 besar, tetapi langkah mereka terhenti di semifinal setelah dikalahkan Brasil. Selecao kemudian keluar sebagai juara dunia melalui generasi emas yang diperkuat Ronaldo, Rivaldo, dan Ronaldinho.
 
Tren serupa kembali muncul pada Piala Dunia 2010. Paraguay sukses mengalahkan Jepang melalui adu penalti di babak 16 besar. Namun, mereka harus mengakui keunggulan Spanyol di perempat final. La Roja akhirnya menjuarai Piala Dunia setelah mengalahkan Belanda 1-0 pada partai final lewat gaya permainan tiki-taka.
   
 
Pada edisi 2018, Belgia menjadi tim yang menyingkirkan Jepang di babak 16 besar lewat kemenangan dramatis 3-2. Namun, langkah Belgia dihentikan Prancis di semifinal. Les Bleus kemudian meraih gelar juara dunia setelah mengalahkan Kroasia di final.
 
Pola tersebut kembali berulang pada Piala Dunia 2022. Kroasia mengalahkan Jepang melalui adu penalti pada babak 16 besar, tetapi gagal melaju ke final setelah dikalahkan Argentina. Tim Tango kemudian memastikan gelar juara usai mengalahkan Prancis melalui drama adu penalti.
 

Misi Norwegia Melanjunkan Tren 

 
Tak hanya soal teori "kutukan Jepang", Norwegia memang tampil sebagai salah satu tim paling mengejutkan di Piala Dunia 2026. Tim asuhan Stale Solbakken bertransformasi menjadi kuda hitam setelah menunjukkan performa impresif sejak fase grup hingga berhasil menyingkirkan Brasil, salah satu favorit juara. Permainan kolektif yang solid dipadukan dengan efektivitas serangan membuat Norwegia menjadi lawan yang sulit ditaklukkan.
   
 
Ketajaman lini depan juga menjadi salah satu kekuatan utama Norwegia. Erling Haaland yang menjalani debut di Piala Dunia langsung tampil luar biasa dengan mencetak tujuh gol sepanjang turnamen. Torehan tersebut menempatkannya di jajaran pencetak gol terbanyak Piala Dunia 2026, sekaligus menyamai catatan Kylian Mbappe dan hanya terpaut dari Lionel Messi dalam daftar top skor Piala Dunia 2026.
 
Jika pola tersebut kembali berlanjut, Norwegia berpeluang mengukir sejarah sebagai juara dunia untuk pertama kalinya. Namun, jalan yang harus ditempuh tidak mudah. Tim asuhan Stale Solbakken masih harus menghadapi Inggris di perempat final sebelum berpotensi bertemu sang juara bertahan yakni Argentina atau Swiss di semifinal.

*Halo sobat Medcom, buat kalian yang suka nonton bola dan nebak skor pertandingan, yuk ikutan lomba tebak skor Medcom.id yang akan hadir setiap hari dari fase grup hingga final. Nah, kita udah siapin hadiah menarik senilai jutaan rupiah buat kalian yang paling banyak menebak skor pertandingan dengan benar. So, tunggu apa lagi, yuk, daftar di sini.
 
(Muhammad Zaidan Rizky)

 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(ASM)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan