Dikutip dari ESPN, Ancelotti menyebut Modric sebagai sosok gelandang yang komplet dan sulit dicari tandingannya di dunia sepak bola saat ini. Meski sudah menginjak usia 40 tahun, pemain yang kini membela AC Milan tersebut dinilai oleh Ancelotti tetap menjadi nyawa permainan di lini tengah dari Kroasia.
"Modric bisa bermain di posisi mana pun di lapangan karena dia adalah gelandang yang komplet. Dia salah satu pemain terbaik yang pernah saya latih, seorang profesional yang spektakuler," ujar Ancelotti dalam sesi konferensi pers pada Senin waktu setempat.
Baca Juga :
Vini Jr Blak-blakan: Brasil Bukan Favorit Juara Piala Dunia 2026, Tapi Siap Kembalikan Martabat Selecao
Pertandingan ini menjadi tantangan besar bagi skuad Selecao. Tim asuhan Ancelotti sedang berada dalam tren kurang stabil setelah menelan kekalahan 1-2 dari Prancis pada laga sebelumnya. Selain itu,
Penyerang sayap andalan mereka, Raphinha, dipastikan absen panjang setelah mengalami cedera saat berhadapan dengan Prancis pada laga sebelumnya.
Hasil pemeriksaan medis menunjukkan bahwa pemain Barcelona tersebut harus menepi dari lapangan hijau hingga lima minggu ke depan. Kehilangan Raphinha menjadi pukulan telak bagi Ancelotti, mengingat Brasil baru mengantongi dua kemenangan dari enam pertandingan terakhir.
Kondisi berbeda dialami kubu lawan. Tim asuhan Zlatko Dalic datang ke Florida dengan kepercayaan diri tinggi usai menekuk Kolombia 2-1. Sejak akhir 2025, Kroasia tampil impresif dengan catatan tujuh kemenangan dan satu hasil imbang dari delapan laga terakhir.
Laga di Orlando ini akan menjadi momentum krusial bagi Ancelotti untuk menentukan kerangka final dari tim Brasil sebelum berlaga di Piala Dunia 2026. Pertandingan melawan Kroasia akan menjadi tolok ukur sejauhmana kesiapan mental dan kematangan strategi skuad Selecao sebelum mentas di panggung dunia musim panas mendatang.
(Muhammad Zaidan Rizky)
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News