Anggota Komisi VII dari Fraksi Partai NasDem, Rico Sia. Dok. Website NasDem
Anggota Komisi VII dari Fraksi Partai NasDem, Rico Sia. Dok. Website NasDem

DPR Minta Penjelasan TVRI soal Akses Siaran Piala Dunia di Daerah Terpencil

Alfa Mandalika • 13 Mei 2026 16:15
Ringkasnya gini..
  • Anggota Komisi VII DPR RI, Rico Sia, menyoroti kesiapan fasilitas nonton bareng (nobar) siaran Piala Dunia 2026 melalui TVRI, khususnya di wilayah Papua Barat Daya yang masih memiliki banyak titik blank spot siaran.
  • Rico mengapresiasi langkah TVRI yang telah turun langsung ke daerah pemilihannya dan berkomunikasi dengan masyarakat.
  • Namun, ia menegaskan masih ada sejumlah persoalan teknis yang perlu diperjelas agar masyarakat di wilayah terpencil dapat menikmati siaran Piala Dunia secara merata.
Jakarta: Anggota Komisi VII DPR RI, Rico Sia, menyoroti kesiapan fasilitas nonton bareng (nobar) siaran Piala Dunia 2026 melalui TVRI, khususnya di wilayah Papua Barat Daya yang masih memiliki banyak titik blank spot siaran.
 
Rico mengapresiasi langkah TVRI yang telah turun langsung ke daerah pemilihannya dan berkomunikasi dengan masyarakat. Namun, ia menegaskan masih ada sejumlah persoalan teknis yang perlu diperjelas agar masyarakat di wilayah terpencil dapat menikmati siaran Piala Dunia secara merata.
 
“Dapil Papua Barat Daya masih banyak spot-spot yang kosong. Terima kasih teman-teman TVRI sudah sampai di dapil saya dan berkomunikasi cukup baik dengan masyarakat,” ujar Rico dalam rapat dengar pendapat Komisi VII DPR dengan TVRI, Rabu (13/5/2026).

Ia mengungkapkan, masyarakat di sejumlah daerah seperti Raja Ampat, Maibrat, dan Tambrauw mempertanyakan mekanisme penyediaan perangkat untuk nobar siaran TVRI.
 
“Pertanyaan yang masuk ke saya, apakah untuk nobar di Raja Ampat, Maibrat, dan Tambrauw masyarakat harus membeli parabola dan receiver sendiri serta membiayai teknisi pemasangannya?” kata Rico.
 
Menurutnya, penjelasan teknis dari pihak TVRI penting agar publik memahami akses dan konektivitas siaran, terutama menjelang agenda besar internasional seperti Piala Dunia 2026.
 
Rico juga meminta agar penjelasan terkait modulasi dan mekanisme distribusi siaran dapat diperjelas kepada publik. Namun bila terdapat aspek teknis yang belum bisa dibuka secara umum, ia berharap hal tersebut dapat disampaikan secara tertutup kepada Komisi VII DPR RI.
 
“Publik yang menonton siaran langsung rapat ini juga perlu memahami ke mana mereka harus terkoneksi. Kalau memang ada hal yang tidak bisa disampaikan terbuka, mudah-mudahan nanti bisa dijelaskan secara tertutup,” tutup legislator dari dapil Papua Barat Daya tersebut. 
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ASM)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan