Herdman menilai hasil undian yang telah dilaksanakan tersebut memang menghadirkan tantangan besar bagi timnas Garuda. Namun, ia melihat situasi itu sebagai peluang bagi Indonesia untuk berkembang dan membuktikan kemampuan di level Asia.
Herdman Tak Gentar Hadapi Grup Neraka
Herdman memahami banyak pihak memandang Grup F sebagai grup neraka. Meski demikian, ia menegaskan skuat Garuda tak akan gentar menghadapi lawan-lawan kuat di Asia.
Menurutnya, status underdog justru bisa menjadi keuntungan tersendiri bagi Indonesia saat menghadapi Jepang dan Qatar.
“Ya, menurut saya, banyak orang akan melihatnya sebagai grup yang sulit. Tapi ketika kita bermain di AFC di peringkat ini, setiap grup adalah sulit. Menurut saya, untuk kita, kita harus melihat peluang yang ada dalam berlawan dengan pasukan terbaik seperti Jepang dan menjadi underdog di permainan tersebut,” kata Herdman.
Ia juga meminta para pemain menunjukkan performa terbaik ketika menghadapi Qatar demi menjaga peluang lolos ke babak berikutnya.
“Kemudian, kita harus menunjukkan versi terbaik kita saat menghadapi Qatar, lalu membawa semangat juang, determinasi, dan gairah ketika melawan Thailand,” tegasnya.
Langkah Besar Timnas Indonesia
Guna mencapai hasil maksimal, Herdman menegaskan Timnas Indonesia harus melakukan langkah yang besar dalam enam bulan ke depan. Fokus utamanya saat ini adalah melakukan evaluasi mendalam terhadap pemain liga dmestik.
Menurutnya, setiap pertandingan di level Asia memiliki tantangan berbeda sehingga Indonesia harus memanfaatkan waktu persiapan dengan maksimal.
“Setiap permainan memiliki tantangan yang berbeda. Menurut saya, ada peluang yang besar. Menurut saya, ada peluang yang besar. Penariknya adalah kita harus mengambil langkah-langkah besar selama 6 bulan,” ujarnya.
“Salah satu langkah besar yang harus kami ambil adalah mengevaluasi pemain domestik,” ujar Herdman.
Herdman juga menjelaskan telah menjadwalkan TC pada Mei mendatang untuk memantau pemain lokal. Ia juga menjelaskan bahwa proses seleksi pemain domestik menjadi bagian penting untuk membangun fondasi tim.
"Pada pemusatan latihan bulan Mei ini, kami akan melihat pemain-pemain yang tampil baik sepanjang musim ini, termasuk pemain yang menurut kami mulai menunjukkan profil yang kami butuhkan untuk masa depan,” ungkap Herdman.
Selain memantau perkembangan para pemain lokal di liga domestik, pada bulan Juni, Herdman juga berencana meninjau potensi para pemain diaspora yang berkarier di Eropa.
"Langkah kedua pada bulan Juni adalah melihat pemain diaspora yang bermain di Eropa dan memadukannya dengan pemain lokal terbaik kita untuk memahami lebih jauh grup ini dan menentukan siapa saja pemain yang tepat untuk memimpin Indonesia di Piala Asia 2027," tambah Herdman.
Kombinasi antara talenta lokal terbaik dan pemain diaspora diharapkan mampu membentuk fondasi tim yang solid.
Jadwal Berat Menanti Timnas Indonesia
Berdasarkan jadwal fase grup Piala Asia 2027, Indonesia akan menghadapi Jepang pada 11 Januari 2027. Lima hari kemudian, Skuad Garuda dijadwalkan melawan Qatar pada 16 Januari 2027.
Setelah itu, Indonesia akan menutup fase grup dengan menghadapi Thailand pada 20 Januari 2027. Duel melawan Thailand diprediksi berlangsung sengit mengingat rivalitas panjang kedua negara di kawasan Asia Tenggara.
(Muhammad Zaidan Rizky)
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News