Kemenangan ini menjadi catatan bersejarah bagi Timnas Indonesia. Terakhir kali Garuda mampu mengalahkan Oman terjadi pada 1988, atau 38 tahun lalu.
Di era Emil Audero dan kawan-kawan, Indonesia akhirnya kembali meraih hasil positif atas Oman dan mengulang catatan kemenangan yang sudah lama tidak tercipta tersebut.
Pujian Perkembangan Indonesia
Dalam konferensi pers usai pertandingan, Tarik Sektioui mengakui perkembangan pesat yang ditunjukkan Timnas Indonesia. Menurutnya, peringkat FIFA Indonesia saat ini tidak sepenuhnya mencerminkan kualitas permainan di lapangan.
“Kemarin kami sudah menyampaikan bahwa Indonesia telah berkembang pesat. Babak pertama sebenarnya berjalan taktis dan kami bermain cukup bagus,” kata Sektioui.
Pelatih berusia 49 tahun itu juga menyebut anak asuhnya kesulitan mengantisipasi kecepatan pemain sayap Indonesia. Tekanan yang terus diberikan membuat lini belakang Oman melakukan beberapa kesalahan yang berujung pada gol Justin Hubner dan Ole Romeny di babak pertama.
“Gol dari Indonesia di babak pertama membuat situasi semakin sulit. Ada juga kesalahan individu yang berpengaruh pada hasil akhir,” lanjutnya.
Audero Gagalkan Penalti Oman
Oman sebenarnya memiliki peluang emas untuk memperkecil ketertinggalan pada menit ke-38 setelah wasit menunjuk titik putih akibat pelanggaran di area terlarang Indonesia.
Namun, eksekusi Hatem Al-Rushadi berhasil digagalkan oleh Emil Audero yang menebak arah bola dengan tepat dan menjaga keunggulan timnya.
Meski kembali kebobolan melalui gol Ragnar Oratmangoen pada menit ke-56, pelatih Oman tetap melihat adanya perkembangan positif dari permainan timnya di babak kedua.
“Saya tetap senang dengan apa yang saya lihat di babak kedua. Pelajaran berharga dari laga ini akan sangat berguna untuk mengembangkan kualitas tim ke depannya,” jelasnya.
Di akhir pernyataannya, pelatih asal Maroko itu menyoroti kekuatan utama Timnas Indonesia saat ini. Selain taktik yang sudah rapi, ia menilai para pemain Indonesia unggul dalam fisik dan kecepatan.
Menurut Sektioui, faktor tersebut membuat tim asuhan John Herdman mampu menguasai jalannya pertandingan. Ia juga menilai keunggulan fisik dan kecepatan ini bisa menjadi modal penting bagi Indonesia di putaran final Piala Asia 2027 di Arab Saudi.
“Indonesia memiliki kemampuan fisik yang kuat. Jadi secara fisik mereka bisa mengendalikan pertandingan di babak pertama,” tutupnya.
(Ahmad Raul)
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News