Spanyol memastikan diri menjadi juara dunia setelah menundukkan Argentina 1-0 pada laga final yang berlangsung di New York New Jersey Stadium, Minggu (19/7).
Pertandingan berlangsung sengit hingga Argentina harus bermain dengan 10 pemain setelah Enzo Fernandez menerima kartu merah. Ketegangan kemudian berlanjut seusai peluit panjang dibunyikan.
Dalam kericuhan tersebut, Gavi terlihat bersitegang dengan Leandro Paredes. Sementara itu, asisten pelatih Argentina Roberto Ayala juga terekam terlibat insiden dengan pemain Spanyol Dani Olmo.
Gavi Minta FIFA Tidak Berlebihan
Meski FIFA telah membuka penyelidikan atas insiden tersebut, Gavi menilai hukuman tambahan terhadap para pemain Argentina bukanlah solusi yang tepat."Saya rasa mereka tidak perlu dijatuhi sanksi. Memang itu bukan contoh yang baik untuk anak-anak, tetapi sepak bola juga memiliki sisi yang keras dan penuh emosi," ujar Gavi dalam wawancara dengan COPE.
Menurut pemain 21 tahun itu, tindakan yang paling tepat seharusnya dilakukan saat pertandingan masih berlangsung.
"Mungkin keputusan yang paling masuk akal adalah memberikan kartu merah saat pertandingan jika memang diperlukan. Tetapi setelah itu, menurut saya semua itu bagian dari sepak bola," katanya.
FIFA Masih Lakukan Investigasi
Pernyataan Gavi muncul di tengah proses investigasi yang dilakukan FIFA terhadap kericuhan usai laga final.Sejumlah laporan menyebut beberapa pemain Argentina berpotensi menghadapi sanksi disiplin apabila terbukti melakukan tindakan yang melanggar regulasi.
Hingga kini FIFA belum mengumumkan hasil penyelidikan maupun kemungkinan hukuman yang akan dijatuhkan kepada pihak-pihak yang terlibat.
Kericuhan tersebut menjadi salah satu sorotan setelah final Piala Dunia 2026, yang berakhir dengan keberhasilan Spanyol meraih gelar juara dunia kedua dalam sejarah mereka.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda