Kapten Timnas Iran, Mehdi Taremi, bahkan mengungkapkan pengalaman yang didapat timnya jauh dari nuansa kegembiraan pesta sepak bola yang biasanya identik di ajang Piala Dunia.
"Saya sudah merasakan ketegangan sejak pertama kali kami tiba di Piala Dunia ini," kata Taremi melalui penerjemah dalam konferensi pers jelang laga melawan Selandia Baru.
"Di turnamen mana pun, ketika ada ketegangan, tidak akan ada pengalaman indah yang selalu kami bicarakan tentang perdamaian dan kegembiraan," lanjut penyerang berusia 33 tahun tersebut.
Situasi Geopolitik Paksa Iran Pindah Kamp Latihan
Persiapan Iran menuju Piala Dunia 2026 tidak berjalan mulus. Awalnya, mereka berencana menggelar pemusatan latihan di Tucson, Arizona, Amerika Serikat.
Namun, situasi geopolitik yang memanas memaksa Iran memindahkan markas latihan mereka ke Tijuana, Baja California, Meksiko, yang berada di dekat perbatasan Amerika Serikat.
Keputusan tersebut membuat skuad asuhan Amir Ghalenoei harus menjalani perjalanan panjang setiap kali bertanding di wilayah Amerika Serikat.
Bahkan, perjalanan dari Tijuana menuju SoFi Stadium bisa memakan waktu hingga lima jam, meski jarak penerbangannya relatif singkat.
Masalah Visa dan Pembatasan Perjalanan Ganggu Persiapan
Kesulitan Iran tidak berhenti pada perpindahan lokasi latihan. Tim Melli juga menghadapi sejumlah kendala administratif yang berdampak langsung terhadap operasional mereka selama turnamen.
Juru bicara tim sempat mengungkapkan ada dua anggota staf humas Iran gagal masuk ke Amerika Serikat karena masalah visa.
Kemudian, otoritas setempat menerapkan pembatasan perjalanan yang membuat Timnas Iran hanya diperbolehkan berada di Amerika Serikat dalam waktu singkat. Jadi, mereka harus terbang sehari sebelum pertandingan dan langsung kembali ke Meksiko setelah laga selesai.
Situasi tersebut dinilai mengganggu fokus tim dalam mempersiapkan pertandingan. "Tanpa ragu, situasi ini berdampak negatif pada semangat sepak bola," kata Ghalenoei.
"Kondisi ini telah mengganggu fokus teknis kami, tetapi saya benar-benar mencoba memastikan para pemain tetap fokus pada strategi dan teknik," lanjut pelatih berusia 62 tahun itu.
Timnas Iran Fokus Bertanding, Bukan Berpolitik
Di luar lapangan, Iran juga menghadapi tantangan lain. Los Angeles dikenal sebagai kota dengan populasi diaspora Iran terbesar di luar negeri.
Keberadaan komunitas tersebut membuat potensi aksi protes maupun ekspresi politik di sekitar pertandingan menjadi perhatian tersendiri.
Meski demikian, Taremi menegaskan timnya tidak ingin terlibat dalam urusan politik dan hanya fokus menjalankan tugas sebagai pesepak bola profesional.
"Kami bermain untuk setiap warga Iran, baik yang berada di luar negeri maupun di Tanah Air," ujar Taremi.
"Masyarakat boleh memiliki opini yang berbeda, tetapi kami di sini untuk mempersatukan orang-orang dan membawa kegembiraan bagi seluruh warga Iran di mana pun mereka tinggal," tambahnya.
Laga Selandia Baru Jadi Penentu Langkah Awal Iran
Iran datang ke Piala Dunia 2026 dengan status salah satu tim Asia pertama yang memastikan tiket ke putaran final. Saat ini, Team Melli menempati peringkat ke-20 dunia FIFA dan memiliki ambisi besar untuk melangkah jauh di turnamen.
Iran dijadwalkan melakoni laga perdana Grup G menghadapi Selandia Baru di SoFi Stadium, Inglewood, California, Selasa (16/6) pagi WIB. Setelah itu, Iran masih harus menjalani dua laga berat melawan Belgia dan Mesir di Grup G.
Pertandingan pembuka melawan Selandia Baru tentu menjadi sangat krusial karena hasil positif akan memberikan fondasi penting untuk menjaga peluang lolos ke fase gugur, sekaligus menjadi pelipur di tengah berbagai tantangan yang mereka hadapi di luar lapangan. (asiaone.com)
*Halo sobat Medcom, buat kalian yang suka nonton bola dan nebak skor pertandingan, yuk ikutan lomba tebak skor Medcom.id yang akan hadir setiap hari dari fase grup hingga final. Nah, kita udah siapin hadiah menarik senilai jutaan rupiah buat kalian yang paling banyak menebak skor pertandingan dengan benar. So, tunggu apa lagi, yuk, daftar di sini.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda