Dalam keterangan resminya, Persib dinyatakan bersalah atas berbagai pelanggaran disiplin. Poin utama yang disoroti adalah kegagalan panitia pelaksana dalam menjamin keamanan, ketertiban, serta akses keselamatan di dalam stadion selama pertandingan berlangsung.
Rentetan Pelanggaran Disiplin
Laporan delegasi pertandingan mencatat suporter Persib menyalakan berbagai flare dan kembang api di tribun. Kondisi semakin memburuk setelah penonton melakukan pelemparan berbagai benda ke dalam lapangan, mulai dari botol plastik, kantong berisi cairan, hingga potongan kursi stadion.
Selain aksi pelemparan, otoritas sepak bola Asia tersebut juga mencatat adanya tindakan kekerasan, penghinaan terhadap tim lawan serta perangkat pertandingan, hingga aksi invasi lapangan oleh oknum suporter setelah laga usai.
Jalur evakuasi dan tangga stadion yang terhambat oleh penonton turut menjadi poin krusial dalam penilaian kegagalan prosedur keselamatan.
Sanksi Denda dan Larangan Penonton
Akibat rentetan pelanggaran tersebut, Persib Bandung dijatuhi denda total sebesar USD 200 ribu atau sekitar Rp 3,5 miliar. Manajemen klub diwajibkan menyelesaikan pembayaran denda tersebut dalam jangka waktu 30 hari sejak keputusan dikomunikasikan.
Selain sanksi finansial, Maung Bandung dihukum bermain tanpa penonton selama dua pertandingan kandang berikutnya di kompetisi antarklub Asia.
Namun, hukuman tanpa penonton untuk laga kedua ditangguhkan dengan masa percobaan selama dua tahun. Jika pelanggaran serupa terulang dalam masa percobaan, sanksi penutupan stadion akan otomatis diberlakukan.
(Ahmad Raul)
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News