Keputusan tersebut diambil setelah percakapan beberapa reporter Korea Selatan yang diduga mengejek masa dinas militer Son terekam secara tidak sengaja melalui mikrofon saat sesi latihan tim di Guadalajara, Meksiko.
Komentar Jurnalis Picu Kemarahan Pemain
Menurut laporan media Korea, percakapan yang bocor itu berisi komentar bernada merendahkan terkait kewajiban militer yang pernah dijalani Son Heung-min.
Isu wajib militer merupakan topik sensitif di Korea Selatan. Seluruh pria yang memenuhi syarat wajib menjalani dinas militer sekitar 21 bulan.
Namun, atlet yang meraih prestasi tertentu di ajang internasional dapat memperoleh pengecualian khusus. Son mendapatkan hak tersebut setelah membantu Korea Selatan meraih medali emas cabor sepak bola pada Asian Games 2018.
Sebagai konsekuensinya, ia hanya diwajibkan mengikuti pelatihan dasar militer selama tiga minggu pada 2020.
Kebocoran percakapan tersebut langsung memicu reaksi negatif dari para pemain yang menilai komentar itu tidak pantas dan tidak menghormati kapten mereka.
KFA Dukung Langkah Tim
Asosiasi Sepak Bola Korea Selatan atau Korea Football Association (KFA) menyatakan penyesalannya atas perilaku sejumlah awak media yang terlibat dalam insiden tersebut.
Dalam pernyataan resminya, KFA menyebut komentar yang dilontarkan tidak pantas dan berjanji akan terus melindungi para pemain serta menciptakan lingkungan yang kondusif selama turnamen berlangsung.
Sebagai bentuk solidaritas kepada Son, para pemain kemudian memutuskan tidak menghadiri sesi wawancara maupun aktivitas media yang tidak diwajibkan oleh FIFA.
Meski demikian, Korea Selatan tetap harus memenuhi kewajiban media resmi yang telah ditetapkan FIFA selama Piala Dunia berlangsung.
Son Heung-min Jadi Pusat Perhatian
Son merupakan sosok paling berpengaruh dalam skuad Korea Selatan saat ini. Penyerang berusia 33 tahun tersebut menjabat sebagai kapten tim dan menjadi pemain dengan jumlah penampilan terbanyak dalam sejarah tim nasional Korea Selatan.
Kontroversi ini muncul di tengah fokus Korea Selatan menjalani persaingan ketat di Grup A Piala Dunia 2026. Sebelumnya, Taeguk Warriors sukses mengawali turnamen dengan kemenangan 2-1 atas Republik Ceko, hasil yang memperbesar peluang mereka ke fase gugur.
Namun, polemik di luar lapangan kini berpotensi mengganggu konsentrasi tim yang tengah berusaha mengulang prestasi terbaik mereka di ajang Piala Dunia.
Kepala Delegasi Media Korea Selatan Mengundurkan Diri
Laporan sejumlah media internasional menyebutkan bahwa insiden tersebut telah memicu evaluasi internal di kalangan media Korea Selatan yang meliput Piala Dunia 2026.
Sebagai bentuk tanggung jawab, kepala delegasi media Korea Selatan dilaporkan mengundurkan diri dan permintaan maaf resmi telah disampaikan kepada Son Heung-min di kamp latihan tim.
Meski demikian, para pemain masih mempertahankan sikap mereka untuk membatasi akses media selama turnamen berlangsung.
KFA menyatakan akan terus memantau perkembangan situasi dan menentukan langkah selanjutnya bersama para pemain dalam beberapa hari ke depan. (The Korea Times)
*Halo sobat Medcom, buat kalian yang suka nonton bola dan nebak skor pertandingan, yuk ikutan lomba tebak skor Medcom.id yang akan hadir setiap hari dari fase grup hingga final. Nah, kita udah siapin hadiah menarik senilai jutaan rupiah buat kalian yang paling banyak menebak skor pertandingan dengan benar. So, tunggu apa lagi, yuk, daftar di sini.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda