Berdasarkan rilis resmi UEFA pada Selasa, 25 Maret 2026, Benfica diwajibkan membayar denda sebesar €40.000 atau sekitar Rp781.788.000 akibat tindakan rasisme oleh pendukungnya terhadap Vinicius pada laga leg pertama babak 16 besar Liga Champions.
Otoritas tertinggi sepak bola Eropa tersebut menyatakan denda dijatuhkan akibat adanya nyanyian dan gestur tidak senonoh yang dilakukan dari sejumlah pendukung tuan rumah. Selain denda secara materil, Benfica juga dihukum untuk melakukan pengosongan 500 kursi di sektor 10 dan 11 pada pertandingan kandang kompetisi Eropa mendatang.
Investigasi Terhadap Gianluca Prestianni
Selain sanksi terhadap klub, UEFA kini sedang melakukan penyelidikan mendalam terhadap pemain Benfica, Gianluca Prestianni. Pemain tersebut diduga melakukan penghinaan kepada penyerang Real Madrid, Vinícius Júnior. Sebelumnya, UEFA telah menjatuhkan hukuman larangan bertanding sementara yang membuat Prestianni absen pada laga leg kedua di Stadion Santiago Bernabeu.Insiden rasisme ini bermula pada saat Benfica menghadapi Real Madrid di leg pertama babak 16 besar Liga Champions, laga sempat terhenti selama 10 menit karena Vinícius melaporkan kepada wasit François Letexier bahwa Prestianni menyebutn dirinya "monyet" sesaat setelah ia mencetak gol.
Meski Prestianni membantah tuduhan tersebut, bukti visual menunjukkan sang pemain sempat menarik bajunya untuk menutupi mulut saat dugaan penghinaan tersebut dilontarkan. Hingga saat ini, status Prestianni masih dalam proses penyelidikan lebih lanjut oleh komisi disiplin UEFA untuk menentukan sanksi individu terhadap pemain tersebut.
(Muhammad Zaidan Rizky)
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News