Pelatih Roma Jose Mourinho menilai betapa penting meraih gelar perdana di Liga Konferensi Eropa ini. Ia tidak puas jika hanya mencapai babak final.
"Tentu saja kapanpun anda mencapai final, anda harus mengerahkan segalanya untuk bisa menulis sejarah sebenarnya. Itu artinya anda harus menang," ujar Mourinho.
"Saya akan melakukan apa yang bisa dilakukan pelatih, yaitu mencoba dan membantu tim. Saya tidak percaya dengan ramuan ajaib atau momen ajaib," sambungnya.
Baca: Jadwal Siaran Langsung dan Link Live Streaming Final UEFA Conference League Malam Ini: Roma vs Feyenoord
Kans Roma untuk meraih kemenangan cukup terbuka. Mengingat, mereka memiliki rekor pertemuan impresif dengan Feyenoord.
Roma dan Feyenoord sudah berjumpa dua kali di babak 32-besar Liga Europa 2014/2015. Saat itu, I Giallorossi berhasil menyingkirkan Feyenoord usai meraih kemenangan dengan agregat 2-1.
Pada leg pertama, Roma menuai hasil imbang dengan skor 1-1. Kemudian, mereka mampu meraih kemenangan saat bertandang ke markas Feyenoord dengan skor 2-1 pada leg kedua.
Situasi terkini juga membuat peluang Roma menang semakin terbuka. Mereka sukses tampil impresif ketika menghadapi Torino pada laga terakhir Liga Serie-A Italia 2021/2022, Sabtu 21 Mei 2022. Pada laga tersebut, I Lupi sukses meraih kemenangan dengan skor telak 3-0.
Sebaliknya, Feyenoord justru tampil buruk pada laga terakhir di Eredivisie 2021/2022, 15 Mei 2022. Saat itu, mereka kalah dari Twente dengan skor 1-2.
Sebelum menyaksikan keseruan final nanti, ada baiknya mengetahui sejumlah fakta mengenai duel AS Roma vs Feyenoord. Berikut ini di antaranya yang sudah dirangkum Medcom.id:
1. Roma mengincar trofi perdana
Roma belum pernah meraih satu gelar pun dalam 14 tahun terakhir. Terakhir kali, I Giallorossi mengangkat trofi di ajang Coppa Italia musim 2007/2008.Roma juga belum memenangkan trofi di kompetisi Eropa. Terakhir kali, gelar Eropa diraih mereka pada ajang Fairs Cup pada 1961 alias 61 tahun silam.