Robert Prosinecki (AFP/Sercan Kucuksahin)
Robert Prosinecki (AFP/Sercan Kucuksahin)

Soccertainment

6 Pemain yang Tampil di Piala Dunia dengan Dua Negara Berbeda (Bagian 1)

Gregorius Gelino, Friko Simanjuntak • 10 September 2022 16:39
Jakarta: Piala Dunia kerap menghadirkan sejarah bagi para pelakunya. Mulai dari pemain terbaik, pencetak gol terbanyak, hingga pemain yang tampil di Piala Dunia dengan dua negara berbeda.
 
Dalam sejarahnya, dari Piala Dunia edisi pertama pada 1930 hingga terakhir pada Piala Dunia 2018 di Rusia, tercatat baru ada enam pemain yang pernah tampil di Piala Dunia dengan dua negara berbeda.
 
Kemungkinan jumlah ini tidak akan bertambah karena aturan dari FIFA. Seperti diketahui, dalam statuta FIFA nomor 17 menjelaskan bahwa seorang pemain tidak bisa lagi membela negara lain jika sudah memperkuat salah satu timnas di ajang resmi level senior. Namun, jika pemain tersebut telah membela suatu negara di tim senior tetapi bukan di ajang resmi, ia masih dapat di izinkan bermain untuk negara lain.
 
Salah satu pemain teranyar yang pernah membela dua negara adalah Diego Costa. Mantan striker Atletico Madrid dan Chelsea ini diketahui memiliki dua kewarganegaraan yakni, Brasil dan Spanyol.
 
Pada Maret 2013 lalu, Diego Costa sempat memperkuat Timnas Brasil dalam sebuah laga uji coba melawan Italia dan Rusia. Namun, karena dua laga tersebut tidak tergolong laga kompetitif “level A”, FIFA akhirnya memperbolehkan Costa memperkuat Timnas Spanyol.
 
Nah, sebelum FIFA menetapkan statuta di atas, sejarah mencatat ada enam pemain yang sempat tampil di Piala Dunia dengan dua negara berbeda. Siapa saja mereka?
 
Berikut daftar 6 pemain yang tampil di Piala Dunia dengan dua negara berbeda:
 
1. Luis Monti (Argentina dan Italia)
 
Luis Monti adalah pemain pertama yang mewakili dua negara di ajang Piala Dunia. Monti adalah pemain kelahiran Argentina, namun ia juga memiliki paspor Italia.
 
Pada Piala Dunia 1930, Monti yang memulai kariernya di Argentina dipanggil untuk memperkuat Timnas Argentina pada Piala Dunia edisi perdana. Gelandang yang memperkuat Huracan, Boca Juniors dan San Lorenzo itu dipanggil ke Timnas Argentina untuk Piala Dunia menyusul kesuksesannya membawa Argentina meraih medali perak di Olimpiade 1928.
 
Di Piala Dunia 1930 di Uruguay, Monti tampil cukup baik di mana ia mencetak satu gol di babak penyisihan grup dan satu gol lagi di babak semifinal. Sayangnya, di babak final Monti gagal membantu Argentina mengalahkan tuan rumah Uruguay yang kemudian jadi juara usai mengandaskan Agentina dengan skor 4-2.
 
Usai Piala Dunia 1930, Monti berkarier di Italia bersama Juventus dan membawa Si Nyonya Tua memenangi scudetto pada 1932. Berkat penampilan gemilangnya dan karena ia memiliki paspor Italia, Monti kemudian memperkuat Timnas Italia pada Piala Dunia 1934.
 
Pada edisi kedua Piala Dunia yang mengusung format gugur (langsung 16 besar), Monti memang tidak mampu mencetak gol, namun ia mampu membantu Italia keluar sebagai juara Piala Dunia 1934 usai mengalahkan Cekoslowakia dengan skor tipis 2-1.
 
2. Robert Prosinecki (Yugoslavia dan Kroasia)
 
Berbeda dengan Luis Monti, Robert Prosinecki tampil di Piala Dunia dengan dua negara berbeda akibat dibubarkannya Yugoslavia yang kemudian memunculkan negara-negara baru.
 
Prosinecki membela Timnas Yugoslavia pada Piala Dunia 1990. Bermain sebagai gelandang, Prosinecki mencetak satu gol dan membantu Yugoslavia melaju hingga babak perempat final sebelum akhirnya disingkirkan Argentina lewat adu penalti. Selama membela Yugoslavia, Prosinecki mencatatkan 15 caps dan mengemas empat gol.
 
Delapan tahun berselang, sebagai buntut dari pembubaran Yugoslavia, Prosinecki akhirnya membela Timnas Kroasia dan tampil di Piala Dunia 1998 di Prancis. Di Piala Dunia ini, Prosinecki dan Kroasia –yang baru pertama tampil di Piala Dunia- mencetak sejarah dengan lolos hingga babak semifinal dan akhirnya merebut medali perunggu usai mengalahkan Belanda dalam perebutan posisi tiga. Pada Piala Dunia 2018, rekor yang ditorehkan Prosinecki dan Timnas Kroasia berhasil dipecahkan Luka Modric dkk yang membawa Kroasia melaju hingga babakk final.
 
Pada Piala Dunia 1998, Prosinecki berhasil mencetak dua gol dan membuatnya tercatat sebagai satu-satunya pemain yang sukses mencetak gol di Piala Dunia untuk dua negara berbeda.
 
3. Robert Jarni (Yugoslavia dan Kroasia)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Robert Jarni adalah rekan sejawat Robert Prosinecki. Mereka pun sama-sama tampil di Piala Dunia dengan dua negara yang sama, yakni Yugoslavia dan Kroasia. Robert Jarni bermain di posisi wing back.
 
Pada Piala Dunia 1990 di Italia, Robert Jarni memainkan debutnya sebagai pemain pengganti saat Yugoslavia mengalahkan Kolombia pada pertandingan kedua penyisihan grup. Itu merupakan satu-satunya laga yang dimainkan Jarni di Piala Dunia 1990.
 
Berbeda dengan Piala Dunia 1990, pada Piala Dunia 1998 Jarni merupakan anggota inti dari skuat Kroasia yang langsung mencetak sejarah –jadi juara tiga dalam debut di Piala Dunia. Jarni memainkan seluruh (7) pertandingan Kroasia dan mencetak satu gol saat Kroasia mengalahkan Jerman di babak perempat final.
 
(KAH)




LEAVE A COMMENT
LOADING
social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif