Erick menyampaikan hal tersebut seusai menyaksikan pertandingan di Stadion Si Jalak Harupat, Bandung, Selasa (29/9). Menurutnya, kualitas tim-tim ASEAN terus berkembang sehingga perbedaan kekuatan antarkontestan semakin tipis.
“Sekarang kualitas permainan negara-negara Asia Tenggara terus meningkat. Setiap tim memiliki kekuatan dan komposisi pemain yang semakin solid,” ujar Erick seperti dikutip dari keterangan resmi Kemenpora, Rabu (30/9/2026).
Sejumlah negara juga terus memperkuat skuad melalui pemain naturalisasi dan pemain yang memiliki pengalaman internasional. Erick mencontohkan Malaysia yang memiliki pemain dari berbagai negara dan mampu tampil solid.
Menurut Erick, perkembangan tersebut membuat setiap pertandingan di FIFA ASEAN Cup 2026 menjadi penting. Tim yang ingin melaju harus menjaga fokus sejak pertandingan pertama.
“Karena itu, semua pertandingan menjadi sangat penting. Tim yang ingin melaju harus berjuang sejak laga pertama dan tidak boleh menganggap remeh siapa pun,” katanya.
Erick Ingatkan Indonesia Tak Remehkan Bangladesh
Pesan tersebut secara khusus ditujukan kepada skuad Garuda menjelang pertandingan terakhir Grup A melawan Bangladesh. Erick meminta para pemain tidak terlena dengan hasil sebelumnya dan tetap menjaga konsentrasi penuh.
“Bangladesh juga tidak boleh dipandang sebelah mata. Indonesia harus tetap berjuang dan bermain dengan fokus penuh,” ujar Erick.
Apresiasi Perjuangan Skuad Garuda
Erick juga mengapresiasi daya juang para pemain Indonesia saat menghadapi Malaysia. Garuda harus bermain dengan 10 pemain sejak menit ke-37 setelah Thom Haye mendapat kartu merah.
Meski kalah jumlah pemain selama sekitar 70 menit, Indonesia mampu mempertahankan skor 0-0 hingga pertandingan berakhir.
“Masih ada peluang, tetapi semuanya memiliki risiko. Tidak ada jalan mudah. Para pemain harus terus berjuang dan memberikan kemampuan terbaik,” tutur Erick.
Indonesia akan menghadapi Bangladesh pada pertandingan terakhir Grup A di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Kamis (1/10) pukul 19.30 WIB. Pada waktu yang sama, Malaysia bertemu Singapura di Stadion Si Jalak Harupat.
Skenario Indonesia Lolos ke Final
Indonesia saat ini mengoleksi empat poin dari dua pertandingan. Garuda bermain imbang 0-0 melawan Malaysia pada laga kedua setelah sebelumnya menang 2-0 atas Singapura.
Hasil tersebut membuat Indonesia berada di posisi kedua karena kalah selisih gol dari Malaysia yang berada di puncak. Skuad Garuda memiliki selisih gol +2, sedangkan Malaysia +3.
Indonesia wajib mengalahkan Bangladesh pada pertandingan terakhir Grup A untuk menjaga peluang menjadi juara grup. Kemenangan akan membuat Garuda mengoleksi tujuh poin.
Namun, kemenangan belum otomatis membuat Indonesia menjadi juara grup. Hasil pertandingan Malaysia vs Singapura juga ikut menentukan.
Jika Indonesia menang dan Malaysia gagal menang atas Singapura, Indonesia dipastikan finis di posisi teratas karena akan mengoleksi tujuh poin, sedangkan Malaysia maksimal hanya lima poin.
Namun, apabila Malaysia juga menang atas Singapura, Indonesia harus menang atas Bangladesh dengan selisih gol setidaknya dua gol lebih besar daripada kemenangan Malaysia untuk menggeser posisi mereka di puncak klasemen.
Sebaliknya, hasil imbang atau kekalahan dari Bangladesh membuat posisi Indonesia bergantung pada hasil Malaysia vs Singapura. Kekalahan dipastikan membuat Garuda gagal menjadi juara Grup A dan melaju ke final FIFA ASEAN Cup 2026.