Meski mengalami kekalahan besar, Arab Saudi tidak kehilangan kepercayaan diri. Asisten Pelatih Timnas Putri U-16 Arab Saudi, Khalil Tatiana, mengakui keunggulan Garuda Pertiwi yang tampil dominan sepanjang pertandingan, tetapi tetap yakin timnya masih memiliki peluang untuk bersaing di turnamen ini.
Garuda Pertiwi Dominan Sejak Awal Pertandingan
Garuda Pertiwi langsung menunjukkan intensitas tinggi sejak pertandingan dimulai. Tekanan tuan rumah membuat Arab Saudi kesulitan mengembangkan permainan dan membangun serangan.
Indonesia membuka keunggulan ketika pertandingan baru berjalan lima menit melalui Keysa Arabela Manisya Nian. Setelah itu, Garuda Pertiwi semakin percaya diri dan terus mengendalikan jalannya laga.
Nafeeza Ayasha Nori kemudian menambah keunggulan Indonesia pada menit ke-22. Jazlyn Kayla Firyal juga mencetak dua gol, termasuk melalui titik penalti, sehingga Garuda Pertiwi menutup babak pertama dengan keunggulan 4-0.
Memasuki babak kedua, Arab Saudi berusaha memperbaiki permainan. Namun, tekanan Indonesia tetap sulit dihentikan. Shifana Rizka Nadhifa, Fadilla, serta satu gol bunuh diri pemain Arab Saudi membuat skor akhir berubah menjadi 7-0.
Kemenangan tersebut membuat Garuda Pertiwi langsung mengamankan tiga poin penting pada laga pembuka Grup A.
Khalil Tatiana Akui Arab Saudi Kesulitan Hadapi Indonesia
Khalil Tatiana mengakui Garuda Pertiwi tampil lebih baik dan mampu mendominasi hampir seluruh sektor permainan.
Menurutnya, tekanan yang diberikan Indonesia sejak awal pertandingan membuat Arab Saudi tidak dapat menjalankan pola permainan yang telah dipersiapkan.
"Ini jelas bukan hasil yang kami perjuangkan. Kami dihadapkan pada situasi yang sangat sulit sejak awal pertandingan. Dan saya rasa, kami telah berjuang menghadapinya sebisa kami," ujar Khalil Tatiana dalam keterangan resmi turnamen.
Meski kalah dengan skor besar, Khalil tetap memberikan apresiasi terhadap perjuangan para pemainnya. Ia menilai respons pemain Arab Saudi setelah menghadapi situasi sulit menjadi modal penting untuk pertandingan berikutnya.
"Reaksi dari para pemain sangatlah baik. Jadi, ya, mari kita lihat apa yang akan terjadi di pertandingan berikutnya. Kami harus beradaptasi," katanya.
Khalil menegaskan Arab Saudi akan melakukan evaluasi untuk mempersiapkan pertandingan selanjutnya, termasuk melihat kondisi pemain setelah menghadapi laga berat melawan Garuda Pertiwi.
"Hari ini kami akan beristirahat, membiarkan para pemain bersantai sejenak, dan kami akan mengevaluasi kondisi seluruh pemain, lalu menyesuaikan persiapan kami untuk pertandingan berikutnya," tambahnya.
Arab Saudi Masih Bidik Tiket Semifinal
Kekalahan dari Garuda Pertiwi memang menjadi awal yang berat bagi Arab Saudi. Namun, tim tersebut masih optimistis dapat memberikan perlawanan dalam pertandingan berikutnya.
Khalil Tatiana percaya anak asuhnya masih memiliki kesempatan untuk menjadi salah satu pesaing di Grup A dan mengejar tiket menuju semifinal.
Turnamen seperti Srikandi Merdeka Cup 2026 menjadi pengalaman penting bagi Arab Saudi untuk meningkatkan kualitas permainan, terutama dalam menghadapi tim dengan tekanan dan intensitas tinggi.
Sementara itu, kemenangan telak atas Arab Saudi menjadi modal positif bagi Garuda Pertiwi untuk melanjutkan persaingan di fase grup.
Srikandi Merdeka Cup 2026 Dibuka dengan Antusiasme Tinggi
Sebelum laga Garuda Pertiwi kontra Arab Saudi berlangsung, Srikandi Merdeka Cup 2026 resmi dibuka melalui seremoni yang berlangsung meriah dan penuh penonton di Supersoccer Arena, Kudus.
Pembukaan turnamen turut dihadiri sejumlah tokoh olahraga nasional, seperti Ketua Umum KONI Pusat Letjen TNI (Purn) Marciano Norman, Wakil Ketua Umum PSSI Zainudin Amali, Sekjen PSSI Yunus Nusi, Exco PSSI sekaligus Ketua ASBWI Vivin Cahyani Sungkono, Bupati Kudus Sam’ani Intakoris, serta Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation Yoppy Rosimin.
Program Director Srikandi Merdeka Cup Teddy Tjahjono menyebut antusiasme masyarakat menjadi sinyal positif bagi perkembangan sepak bola putri Indonesia.
"Antusiasme penonton sangat tinggi, baik yang telah memenuhi kapasitas Supersoccer Arena maupun yang melihat pertandingan secara online. Jadi ini merupakan dukungan positif dari masyarakat kepada sepak bola putri," ujar Teddy.
Ia berharap tren positif tersebut dapat terus berkembang sehingga sepak bola putri Indonesia semakin maju.
Sekjen PSSI Yunus Nusi juga memberikan apresiasi terhadap penyelenggaraan turnamen tersebut. Menurutnya, Kudus menunjukkan kesiapan sebagai tuan rumah ajang sepak bola internasional.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda