Mbappe yang juga kapten Timnas Prancis merespons tegas komentar tersebut dengan menyebut Amarilla sebagai sosok yang tercela dan tidak layak menduduki jabatan publik. "Madame Celeste Amarilla, Anda adalah perempuan yang tercela dan tidak layak menduduki posisi Anda," kata Mbappe seperti dilansir BBC.
Mbappe juga menyebutkan bahwa komentar sang senator tidak mencerminkan Timnas Paraguay, yang menurutnya telah tampil penuh semangat dan terhormat di sepanjang turnamen.
"Anda tidak mewakili Paraguay, negara yang telah mencurahkan semangat dan kehormatan sepanjang kompetisi," ujarnya.
Mbappe Soroti Dampak Pernyataan Rasis
Mbappe menilai komentar Amarilla justru mengalihkan perhatian dunia dari perjuangan bersejarah para pemain Paraguay di Piala Dunia. Menurutnya, perjalanan dan kerja keras Timnas Paraguay kini tertutupi oleh kontroversi yang ditimbulkan seorang pejabat publik.
"Melalui kecerobohan dan rasisme terang-terangan Anda, seluruh dunia kini telah melupakan perjalanan dan upaya bersejarah yang dilakukan para pemain selama Piala Dunia ini," kata Mbappe.
Ia juga menegaskan tidak akan membiarkan tindakan rasis dan kebencian menyebar tanpa perlawanan. "Saya tidak akan pernah membiarkan orang seperti dia memiliki kebebasan untuk menyebarkan kebencian dan rasisme ke seluruh dunia," tutup Mbappe.
Mbappe Jadi Penentu Kemenangan Prancis
Kontroversi tersebut muncul setelah Prancis menyingkirkan Paraguay dengan skor tipis 1-0 pada babak 16 besar Piala Dunia, Minggu 5 Juli dini hari WIB. Saat itu, Mbappe menjadi penentu kemenangan Les Bleus melalui eksekusi penalti pada menit ke-70 dan membawa timnya melangkah ke perempat final untuk menghadapi Maroko.
Penampilan Mbappe sepanjang turnamen memang mendapat sorotan. Ia telah mencetak tujuh gol dan berada di puncak daftar pencetak gol terbanyak bersama Lionel Messi (Argentina) dan Erling Haaland (Norwegia). Ketajaman tersebut kembali menegaskan peran sentral Mbappe dalam perjalanan Prancis di Piala Dunia.
Kontroversi Rasisme Bukan yang Pertama
Pernyataan Amarilla menambah daftar kontroversi bernuansa rasial yang muncul menjelang dan setelah duel Paraguay melawan Prancis. Sebelumnya, mantan penjaga gawang Paraguay, Jose Luis Chilavert, juga memicu kecaman setelah menyebut timnas Prancis sebagai "skuad dari Afrika".
Pernyataan Chilavert langsung mendapat respons keras dari Presiden Federasi Sepak Bola Prancis, Philippe Diallo dan menyebut komentar mantan kiper Paraguay tersebut bertentangan dengan nilai penghormatan, persaudaraan, dan keberagaman dalam sepak bola.
"Saya mengecam sekeras-kerasnya pernyataan rasis yang disampaikan Jose Luis Chilavert terhadap Timnas Prancis. Pernyataan itu merusak nilai penghormatan, persaudaraan, dan keberagaman dalam sepak bola kita," kata Diallo.
Ia juga menilai reputasi Chilavert sebagai mantan penjaga gawang besar tidak dapat membenarkan pernyataan tersebut. "Jika dahulu dia adalah seorang penjaga gawang hebat, sekarang orang ini telah jatuh dalam kehinaan," ujar Diallo.
Halo sobat Medcom, buat kalian yang suka nonton bola dan nebak skor pertandingan, yuk ikutan lomba tebak skor Medcom.id yang akan hadir setiap hari dari fase grup hingga final. Nah, kita udah siapin hadiah menarik senilai jutaan rupiah buat kalian yang paling banyak menebak skor pertandingan dengan benar. So, tunggu apa lagi, yuk, daftar di sini.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda