Argentina memastikan tempat di partai final usai mengalahkan Inggris dengan skor 2-1 pada laga semifinal. Sempat tertinggal 0-1 hingga menit ke-85, Albiceleste bangkit melalui gol Enzo Fernandez pada menit ke-85 dan Lautaro Martinez pada masa injury time menit ke-90+2. Kedua gol tersebut lahir dari assist Messi.
Perjalanan Argentina menuju final memang tidak berjalan mudah. Pada babak 32 besar, juara bertahan itu membutuhkan perpanjangan waktu untuk menundukkan Cape Verde. Selanjutnya, Argentina mengalahkan Mesir dengan skor 3-2 di babak 16 besar sebelum menyingkirkan Swiss 3-1 pada perempat final.
Meski terus meraih kemenangan, sejumlah keputusan wasit menuai protes dari lawan. Pelatih Swiss, Murat Yakin, menilai timnya dirugikan oleh keputusan pengadil lapangan saat menghadapi Argentina.
"Kami dihukum karena aturan yang menurut saya sama sekali tidak dapat diterima. Sangat menyakitkan bahwa kami tersingkir dengan cara itu. Saya rasa kami tidak pantas menerima itu hari ini, dan menurut saya, anak-anak saya adalah pahlawan sebenarnya," ujar Yakin seusai pertandingan.
Baca Juga :
Donald Trump Dipastikan Hadir di Final Piala Dunia 2026, Siap Serahkan Trofi Juara Argentina atau Spanyol
Kritik serupa juga datang dari kubu Mesir. Pelatih Hossam Hassan menyebut timnya menjadi korban keputusan yang dinilai menguntungkan Argentina. Bahkan, Asosiasi Sepak Bola Mesir menyatakan tidak bisa tinggal diam atas apa yang mereka sebut sebagai keputusan wasit yang tidak adil dan bias saat laga babak 16 besar.
Komentar tersebut memicu perdebatan di media sosial. Sejumlah penggemar menilai bagan pertandingan menguntungkan Argentina, bahkan muncul tuduhan tanpa bukti yang menyebut badan pengatur sepak bola sengaja membuka jalan bagi Messi dan rekan-rekannya untuk kembali menjadi juara dunia.
Dikutip dari ESPN, Messi pun merespons tudingan tersebut dengan tegas. Menurut peraih delapan Ballon d'Or itu, pencapaian Argentina merupakan hasil konsistensi tim dalam beberapa tahun terakhir.
"Kami telah menjadi yang terbaik selama empat tahun terakhir, suka atau tidak suka, dan apa pun yang dikatakan orang lain," kata Messi.
Ia menegaskan keberhasilan Argentina kembali menembus final menjadi bukti bahwa prestasi timnya tidak diraih secara kebetulan maupun karena bantuan pihak lain.
"Sekali lagi, kami telah memantapkan diri di antara dua tim terbaik di dunia. Itu membuktikan bahwa semua yang telah kami lakukan bukanlah kebetulan dan tidak ada yang diberikan kepada kami begitu saja," lanjutnya.
Argentina kini hanya berjarak satu kemenangan untuk mempertahankan gelar juara dunia. Albiceleste dijadwalkan menghadapi Spanyol pada partai final Piala Dunia 2026 yang akan berlangsung di New Jersey Stadium, Amerika Serikat, Senin, 20 Juli 2026 dini hari Waktu Indonesia Barat (WIB).
*Halo sobat Medcom, buat kalian yang suka nonton bola dan nebak skor pertandingan, yuk ikutan lomba tebak skor Medcom.id yang akan hadir setiap hari dari fase grup hingga final. Nah, kita udah siapin hadiah menarik senilai jutaan rupiah buat kalian yang paling banyak menebak skor pertandingan dengan benar. So, tunggu apa lagi, yuk, daftar di sini.
(Muhammad Zaidan Rizky)
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda